BALIEXPRESS. ID- Upacara pelebon Ida Bhagawan Blebar Gianyar digelar pada Sabtu (7/3) siang. Prosesi upacara ini diawali dari upacara di Bale Semanggen sebelum iring-iringan bergerak menuju tempat perabuan di Setra Beng.
Tampak ribuan masyarakat memadati jalur yang dilalui prosesi, mengiringi sarana upacara berupa lembu putih, Naga Banda, dan Padmasari.
Adik mendiang sekaligus Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, mengatakan rangkaian pelebon telah dipersiapkan dengan matang oleh keluarga puri bersama masyarakat pengayah.
Prosesi ini merupakan bentuk penghormatan terakhir sekaligus pelepasan secara niskala sesuai tradisi Hindu Bali.
“Prosesi hari ini merupakan puncak pelebon Ida Bhagawan Blebar. Semua tahapan upacara dilaksanakan sesuai dengan tatanan adat dan agama, melibatkan keluarga besar puri serta masyarakat yang ngayah,” ujarnya.
Sementara sampai di tempat perabuan, di Setra Beng, Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar upacara pelepasan jasa sebagai bagian dari rangkaian prosesi perabuan Ida Bhagawan Blebar. Upacara tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar almarhum.
Upacara diawali dengan menyiapkan pasukan oleh Komandan Upacara, Sekda Gianyar, sedangkan Inspektur Upacara, Bupati Gianyar dan peserta terdiri dari TNI POLRI dan ASN Pemkab Gianyar. Prosesi ini menjadi bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian Ida Bhagawan Blebar selama hidupnya.
Dalam rangkaian upacara tersebut juga dibacakan profil perjalanan hidup Ida Bhagawan Blebar, mulai dari kiprah beliau dalam karier, keterlibatan di dunia politik, hingga perjalanan spiritualnya saat memasuki fase wana prasta.
Riwayat tersebut menggambarkan sosok yang tidak hanya aktif dalam pengabdian sosial, tetapi juga menempuh jalan spiritual di akhir kehidupannya.
Sebagai simbol pelepasan jasa dan penghormatan terakhir, dilakukan penyalaan api perabuan yang menandai prosesi sakral dalam rangkaian upacara. Momen ini menjadi tanda penghormatan mendalam atas jasa serta pengabdian beliau kepada masyarakat.
Bupati Gianyar juga membacakan Apel Persada sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas dedikasi Ida Bhagawan Blebar semasa hidupnya. Pembacaan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat di hadapan para pelayat dan peserta upacara.
Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga sebagai tanda penghormatan terakhir, sebelum ditutup dengan pembacaan doa yang dipanjatkan untuk memohonkan kedamaian bagi perjalanan suci almarhum. *
Editor : Putu Agus Adegrantika