Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wabup Buleleng Turun Langsung Telusuri Lokasi Banjir Bandang di Desa Banjar

Dian Suryantini • Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51 WIB

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna meninjau lokasi banjir bandang di Desa Banjar, Buleleng.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna meninjau lokasi banjir bandang di Desa Banjar, Buleleng.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, turun langsung meninjau lokasi banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Jumat (6/3) malam. Begitu menerima informasi adanya warga yang terseret arus Sungai Mendaum, orang nomor dua di Kabupaten Buleleng itu segera menuju lokasi dan ikut melakukan pencarian hingga larut malam.

Peristiwa banjir bandang tersebut mengakibatkan empat warga terseret arus. Satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian. Ketiga warga yang dilaporkan hilang merupakan satu keluarga dari Dusun Ambengan, yakni Komang Suci, 44 bersama dua anaknya, Putu Wini, 17 dan Kadek Wahyu, 12.

Supriatna tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 22.00 WITA. Ia didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Buleleng I Putu Adipta Eka Putra, Camat Banjar Putu Widiawan, serta tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

Setibanya di lokasi, rombongan langsung melakukan pencarian di sekitar rumah korban yang amblas akibat terjangan banjir bandang. Dalam kondisi gelap dan medan yang masih dipenuhi lumpur, Supriatna terlihat berjalan menelusuri area sekitar rumah korban sambil mengamati kerusakan yang terjadi.

Dengan mengenakan kaos hitam, rompi abu-abu, celana panjang jeans biru, dan sepatu boot, mantan Ketua DPRD Kabupaten Buleleng itu menyusuri lokasi yang masih tergenang lumpur. Rumah korban tampak mengalami kerusakan parah, dengan bagian tembok jebol setelah dihantam derasnya arus banjir yang datang secara tiba-tiba.

Baca Juga: Satu Lagi Korban Banjir Bandang Desa Banjar Ditemukan, Dua Remaja Masih Dalam Pencarian

Meski telah dilakukan penyisiran di sekitar lokasi rumah korban, pencarian tersebut belum membuahkan hasil. Upaya pencarian kemudian dilanjutkan dengan penelusuran hingga ke kawasan pesisir Pantai Banjar.

Supriatna bersama tim gabungan melakukan penyisiran hingga sekitar pukul 01.45 WITA. Namun hingga pencarian dihentikan sementara, ketiga korban yang hanyut masih belum ditemukan.

Menanggapi peristiwa tersebut, Supriatna menyampaikan rasa prihatin atas bencana yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Buleleng, khususnya di Kecamatan Banjar.

“Kami sangat prihatin dengan bencana banjir yang melanda beberapa kecamatan di Buleleng seperti Sukasada, Banjar, Kota Singaraja, Busungbiu, dan Seririt. Terlebih di Desa Banjar terjadi banjir bandang yang cukup besar hingga menghanyutkan empat warga, di mana satu korban sudah ditemukan meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pencarian,” ujarnya.

Menurutnya, banjir bandang dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu. Hujan deras yang terjadi di daerah pegunungan seperti Desa Munduk dan Gobleg menyebabkan debit air Tukad Mendaum meningkat drastis hingga meluap dan memicu banjir bandang di wilayah hilir.

Selain menghanyutkan warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah penduduk serta mengganggu akses transportasi. Jalan utama Singaraja–Seririt sempat lumpuh akibat genangan air bercampur lumpur yang menutup badan jalan dan menimbulkan kemacetan panjang.

“Curah hujan yang sangat deras dari wilayah hulu hingga hilir menyebabkan air meluap dan membawa lumpur ke jalan raya. Akibatnya jalur Singaraja–Seririt sempat lumpuh karena banjir dan lumpur yang cukup tinggi,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan beberapa jembatan mengalami luapan air akibat tersumbat material yang terbawa arus. Bahkan, terdapat jembatan yang mengalami kerusakan sehingga memperparah kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Buleleng, lanjut Supriatna, akan segera melakukan pendataan terhadap jumlah korban serta kerusakan infrastruktur dan rumah warga akibat bencana tersebut.

“Kami akan segera melakukan pendataan terkait korban, kerusakan, serta kerugian yang ditimbulkan akibat banjir bandang ini. Kami juga berharap warga yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan,” katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana seperti tepi sungai, pesisir pantai, maupun lereng perbukitan, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.

“Kami mengharapkan masyarakat tetap waspada terhadap kondisi cuaca saat ini. Terutama warga yang tinggal di sekitar sungai, pantai, maupun lereng pegunungan agar lebih berhati-hati sehingga tidak terjadi korban jiwa lagi,” kata dia. ***

Editor : Dian Suryantini
#gobleg #transportasi #Banjar #Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna #busungbiu #Tukad Mendaum #banjir #buleleng