BALIEXPRESS – Dalam upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini, Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan tatap muka kepada anak-anak Pasraman Bali Prawerti Nawasena di Desa Adat Belega, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Minggu (15/3). Kegiatan ini menghadirkan materi mengenai rangkaian Hari Suci Nyepi sekaligus praktik membuat Tipat Nasi yang diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta.
CPNS Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ni Wayan Wintari, Senin (16/3) menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kepada generasi muda mengenai makna spiritual di balik perayaan Hari Suci Nyepi serta pentingnya menjaga kelestarian tradisi Hindu Bali.
Baca Juga: Desa Adat Sebali Gelar Melasti ke Pantai Setiap 5 Tahun Sekali
"Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk penyucian diri sebelum menerima materi pembelajaran. Setelah itu, anak-anak diberikan penjelasan mengenai tahapan dalam rangkaian perayaan Nyepi, mulai dari Melasti, Tawur Kesanga, Pengrupukan, pelaksanaan Catur Brata Penyepian, hingga Ngembak Geni, " paparnya.
Dalam penyampaiannya, Wintari menekankan bahwa setiap tahapan Nyepi memiliki makna spiritual yang mendalam, terutama sebagai upaya penyucian diri serta menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan. Ia juga mengajak anak-anak memahami konsep ekoteologi dalam ajaran Hindu, yakni kesadaran untuk merawat alam semesta atau Bhuana Agung sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga bersama.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membuat Tipat Nasi. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti proses pembuatan, mulai dari menyiapkan bahan hingga memahami makna simbolis tipat yang sering digunakan dalam berbagai tradisi keagamaan Hindu di Bali.
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan penuh semangat. "Para peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif bertanya dan mencoba langsung praktik yang diberikan, sehingga kegiatan terasa lebih menyenangkan dan mudah dipahami, " ungkap Wintari.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, diharapkan anak-anak Pasraman Bali Prawerti Nawasena semakin memahami nilai-nilai ajaran Agama Hindu serta mampu menjaga dan melestarikan tradisi budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. "Selain itu, kegiatan ini juga kami harapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga keharmonisan alam dan kehidupan, " pungkasnya. *