Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

DPRD Bangli Terima Penyerahan LKPJ APBD 2025, PAD Tak Capai Target

I Made Mertawan • 2026-03-26 08:33:05
DPRD Bangli menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bangli atas pelaksanaan APBD 2025, Rabu (25/3/2026). (Ist)
DPRD Bangli menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bangli atas pelaksanaan APBD 2025, Rabu (25/3/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID – DPRD Bangli menggelar rapat paripurna pada Rabu (25/3/2026). Rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bangli atas pelaksanaan APBD 2025 itu dipimpin Ketua Dewan I Ketut Suastika.

Hadir juga Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra dan pimpinan OPD.

Dalam rapat tersebut, Suastika menegaskan bahwa DPRD memiliki kewenangan meminta dan menilai LKPJ kepala daerah sebagai bagian dari fungsi pengawasan.

Baca Juga: Porsenijar Klungkung 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Pelajar Siap unjuk Bakat  

Ketentuan ini mengacu pada PP Nomor 13 Tahun 2019 terkait laporan dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Secara normatif, LKPJ memegang peranan penting dalam memastikan jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah penyampaian LKPJ, DPRD wajib melakukan pembahasan maksimal 30 hari.

Baca Juga: Karya Ida Bhatara Turun Kabuh di Pura Agung Besakih, 20 Unit Shuttle Gratis Disiapkan Khusus Kelompok Prioritas

Hasilnya berupa rekomendasi berisi catatan strategis, saran, dan masukan konstruktif untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, kualitas pelayanan publik, serta ketepatan penyusunan anggaran tahun berikutnya. 

“Kami mengajak para kepala OPD bersikap kooperatif dan proaktif dalam proses pembahasan Bersama gabungan komisi-komisi nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Riana Putra memaparkan realisasi pendapatan daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp272 miliar atau 90,06 persen dari target Rp303 miliar.

Pendapatan transfer, baik dari pusat maupun antar-daerah mencapai Rp970,30 miliar atau 95,54 persen dari target Rp1,02 triliun.

“Lain-lain pendapatan yang sah dengan target Rp 0, terealisasi Rp 78 juta,” jelasnya.

Untuk belanja daerah, Riana menyebut kelompok belanja yang menjadi acuan.

Belanja operasi terealisasi Rp924 miliar dari target Rp974 miliar. Belanja modal mencapai Rp159 miliar dari target Rp190 miliar.

Adapun belanja tidak terduga tidak terserap sama sekali dari alokasi Rp2,1 miliar.

Dalam kesempatan itu, Riana juga membeberkan beberapa prestasi dan penghargaan yang telah diraih, di antaranya opini BPK WTP 5 kali berturut-turut, peringkat satu nasional LPPD 2024 dari Kemendagri, hingga predikat Bangli sebagai kabupaten sangat inovatif dari Kemendagri.

"Tentunya masih banyak hal yang harus kita benahi dan dikerjakan bersama," terang Riana. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#LKPJ APBD 2025 #pad #dprd bangli