Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rumah Made Suandana di Buleleng Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Dian Suryantini • Sabtu, 4 April 2026 | 07:12 WIB
Kebakaran yang meludeskan rumah warga di Tamblang, Buleleng, Kamis (2/4/2026). (Ist)
Kebakaran yang meludeskan rumah warga di Tamblang, Buleleng, Kamis (2/4/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID — Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng. Sebuah rumah milik warga di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, dilaporkan ludes terbakar pada Kamis malam (2/4/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.

Api yang muncul secara tiba-tiba diduga berasal dari korsleting listrik, lalu dengan cepat membesar hingga menghanguskan bangunan beserta isinya.

Peristiwa tersebut menimpa rumah milik Made Suandana, 44, seorang wiraswasta yang tinggal di Banjar Dinas Kelampuak.

Baca Juga: Selang Kompor Hilang, Konflik Keluarga Berujung Penusukan di Celukan Bawang  

Saat kejadian, api sudah terlanjur membesar sehingga korban tidak sempat menyelamatkan sebagian besar barang berharga miliknya.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima pada malam hari dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Berdasarkan keterangan awal, sumber api diduga berasal dari gangguan instalasi listrik di dalam rumah.

Baca Juga: Pimpin Aksi Bersih di Kuta, Bupati Adi Arnawa Evaluasi Pengelolaan Sampah Pasca 1 April

“Dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik. Api kemudian dengan cepat merambat dan membakar seluruh bagian rumah,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).

Rumah berukuran sekitar 3 x 4 meter tersebut tidak mampu menahan amukan api yang terus membesar.

Baca Juga: Tiga Perkara Perdata Nany Widjaja di PN Surabaya Tetap Berjalan  

Material bangunan yang mudah terbakar turut mempercepat penyebaran api ke seluruh bagian rumah. Dalam waktu singkat, bangunan itu pun rata dengan tanah.

Sejumlah barang milik korban dilaporkan ikut hangus dalam kejadian tersebut, di antaranya satu unit kasur springbed, sepasang speaker aktif, dua lemari pakaian berbahan plastik, satu unit telepon genggam, kartu BPJS Kesehatan, meja makan, hingga uang tunai sekitar Rp2 juta. Hampir tidak ada barang yang berhasil diselamatkan dari dalam rumah.

Meski kerugian material cukup besar, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Korban diketahui berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.

Namun demikian, kerugian yang dialami diperkirakan mencapai sekitar Rp60 juta.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.

Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk meminimalisir risiko terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk secara berkala mengecek instalasi listrik, menggunakan peralatan sesuai standar, serta tidak membebani jaringan listrik secara berlebihan,” tambah Yohana.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan memiliki langkah antisipasi sederhana, seperti memastikan aliran listrik dimatikan saat tidak digunakan dan menyediakan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) jika memungkinkan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#korsleting listrik #kebakaran #buleleng