BALIEXPRESS.ID - Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau yang lebih dikenal PDAM Badung kini terus menggenjot perbaikan masalah air bersih di wilayah Kuta Selatan.
Salah satu proyek yang dilakukan yakni membangin jarinan pipa distirbusi yang melintasi laut searah dengan Tol Bali Mandara.
Dari rencana pembangunan, sistem perpipaan tersebut ditargetkan rampung sekitar satu setengah bulan ke depan.
Baca Juga: Preliminary Night Jegeg Bagus Gianyar 2026, Adu Pesona dan Wawasan Menuju Grand Final
Direktur Utama Perumdam Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa mengungkapkan progres pembangunan pipa saat ini sudah mencapai pemasangan sepanjang 7,6 kilometer.
Jalur pipa tersebut dibentangkan dari kawasan Dum Estuari hingga mengarah ke jalur Bypass Ngurah Rai, dengan sebagian trase mengikuti sisi barat jalan tol.
“Pemasangan pipa ini dari Estuari sampai ke arah Bypass Ngurah Rai. Jalurnya searah dengan tol," ujar Suyasa saat dikonfirmasi Selasa (7/4).
Baca Juga: Api Dupa Diduga Picu Kebakaran Rumah di Sidakarya, Nenek Ditemukan Tewas di Dapur
Pihaknya menyebutkan, proyek ini menggunakan pipa berdiameter 500 milimeter yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas distribusi air ke wilayah Kuta Selatan.
Nantinya, aliran air dari jaringan tersebut akan langsung disalurkan ke Unit Pelayanan Air (UPA) yang berada di kawasan Kampial.
Lokasi tersebut pun sebagai titik penampungan sekaligus distribusi ke pelanggan di wilayah selatan.
Baca Juga: Banding JPU Dikabulkan, Pengadilan Tinggi Vonis Budiman Tiang 3,5 Tahun Penjara
“Dengan adanya pemasangan pipa ke bak penampungan itu bisa menambah suplai air ke Kuta Selatan,” ungkapnya.
Terkait pengerjaan proyek ini, Suyasa mengaku, anggaran yang disiapkan sekitar Rp 100 miliar.
Proyek jaringan perpipaan ini pun ditargetkan rampung sekitar satu setengah bulan ke depan.
Lebih lanjut ia berharap, pembangunan ini dapat menjadi solusi jangka menengah untuk mengatasi keterbatasan jaringan distribusi air yang selama ini menjadi kendala utama pelayanan.
Setelah proyek ini rampung, diharapkan suplai air bersih ke kawasan pariwisata seperti Kuta Selatan dapat lebih stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun sektor pariwisata yang terus berkembang.
“Harapan kami, dengan adanya tambahan jaringan ini, pelayanan air ke wilayah selatan bisa lebih maksimal. Selama ini memang belum optimal karena keterbatasan jaringan distribusi,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga