Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Akses Vital di Desa Bila Buleleng Masih Jalan Tanah, Wabup Janji Masukkan Program Prioritas

Dian Suryantini • Selasa, 14 April 2026 | 07:42 WIB
Wakil Bupati Buleleng tinjau jalan tanah sepanjang 3 km di Desa Bila. Pemkab janji prioritaskan perbaikan demi kelancaran ekonomi warga. (Ist)
Wakil Bupati Buleleng tinjau jalan tanah sepanjang 3 km di Desa Bila. Pemkab janji prioritaskan perbaikan demi kelancaran ekonomi warga. (Ist)

BALIEXPRESS.ID - Pemerintah Kabupaten Buleleng menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor infrastruktur pedesaan.

Senin (13/4/2026), Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, turun langsung ke lapangan meninjau kondisi jalan di Dusun Perigi, Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan—sebuah akses vital yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga.

Peninjauan tersebut mengungkap fakta yang cukup memprihatinkan. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer yang menghubungkan Desa Bila melalui Dusun Perigi hingga wilayah Kubutambahan masih berupa jalan tanah.

Baca Juga: PAD Karangasem Sudah Tembus Seperempat Target, Tertinggi Bukan dari Pajak Hotel

Belum adanya sentuhan pembangunan seperti pengaspalan atau rabat beton membuat akses ini sulit dilalui, terutama saat hujan mengguyur.

Jalan yang seharusnya menjadi penggerak aktivitas ekonomi justru kerap menjadi hambatan.

Bagi masyarakat setempat, kondisi ini bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan menyangkut kelangsungan mata pencaharian.

Baca Juga: Akar Membusuk, Pohon Mahoni Tumbang Timpa Dua Mobil di Tabanan

Mayoritas warga menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan. Distribusi hasil panen yang seharusnya berjalan lancar, sering kali terhambat akibat akses jalan yang belum memadai.

Supriatna menegaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran perangkat daerah merupakan bentuk respon atas aspirasi masyarakat yang telah lama menginginkan perbaikan infrastruktur tersebut.

Baca Juga: Jembrana Temukan 21 Kasus Positif Rabies, Target Vaksinasi 80 Persen Populasi  

Ia menyebut, pemerintah daerah tidak ingin hanya menerima laporan di atas meja, melainkan memastikan kondisi riil di lapangan.

“Kami ingin melihat langsung kondisi jalan ini. Memang benar, akses menuju Dusun Perigi ini masih belum tersentuh peningkatan struktur jalan, sehingga perlu segera mendapat perhatian,” ujarnya di sela peninjauan.

Menurutnya, kondisi jalan yang masih berupa tanah tanpa lapisan pelindung menjadi kendala utama mobilitas warga.

Situasi akan semakin sulit ketika musim hujan tiba, di mana jalan berubah menjadi licin dan berlumpur.

Hal ini tidak hanya memperlambat aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Buleleng akan melakukan kajian teknis untuk menentukan jenis penanganan yang paling tepat, apakah melalui pengaspalan atau pembangunan rabat beton, seluruhnya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Jalan ini sangat penting karena menjadi penghubung antarwilayah sekaligus mendukung sektor pertanian. Ke depan, kami akan memasukkan penanganannya ke dalam program prioritas,” tegas Supriatna.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Di sisi lain, harapan besar juga disampaikan oleh Perbekel Desa Bila, Ketut Citarja.

Ia menuturkan bahwa perbaikan jalan ini sudah lama dinantikan masyarakat. Selain itu, kebutuhan lain yang tak kalah penting adalah ketersediaan air untuk mendukung sistem subak yang menjadi tulang punggung pertanian desa.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan perbaikan jalan ini. Selain itu, dukungan air untuk subak juga sangat kami butuhkan karena potensi pertanian di desa kami cukup besar,” ungkapnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#desa bila #Jalan Rusak #Supriatna #buleleng