Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penyebab Kemacetan di Badung, Jumlah Kendaraan Dua Kali Lipat Penduduk

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 20 April 2026 | 17:36 WIB
Plt Kadishub Badung, Made Gede Wiryantara Adi Susandi. (Istimewa)
Plt Kadishub Badung, Made Gede Wiryantara Adi Susandi. (Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Kemacetan lalu lintas di Kabupaten Badung ternyata disebabkan oleh ketimpangan jumlah kendaraan dengan penduduk.

Data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Badung mencatat, jumlah kendaraan bermotor di Gumi Keris telah melampaui 1 juta unit.

Sedangkan jumlah penduduk hanya berkisar 500 ribu jiwa.

Baca Juga: Tekankan Kearifan Lokal Bali, Pansus DPRD Badung Matangkan Ranperda Ormas

Plt Kadishub Badung, Made Gede Wiryantara Adi Susandi mengatakan, rasio kendaraan dan penduduk saat ini mencapai 1:2.

Hal ini menunjukkan satu orang penduduk rata-rata memiliki dua kendaraan bermotor.

“Jumlah kendaraan kita sudah di atas 1 juta unit, sedangkan penduduk sekitar 500 ribu jiwa,” ujar Wiryantara.

Baca Juga: HUT ke-255 Gianyar,  Seniman Diberikan Penghargaan Parama Satya Budaya

Pihaknya menyebutkan, kondisi tersebut membuat beban jalan semakin berat.

Kapasitas infrastruktur yang ada dinilai tidak lagi mampu menampung pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat setiap tahun.

Selain faktor kendaraan pribadi, kepadatan lalu lintas juga dipengaruhi mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara, serta kendaraan dari luar daerah yang melintas di wilayah Badung.

Baca Juga: Tumpukan Sampah Kerap Muncul Di Pantai Kuta

Posisi Kabupaten Badung sebagai pusat pariwisata dan jalur utama di Bali turut memperparah kondisi tersebut.

Untuk mengurai kemacetan, Dishub Badung mengoptimalkan penggunaan Area Traffic Control System (ATCS).

Sistem ini digunakan untuk memantau arus lalu lintas secara real-time dan mengatur durasi lampu lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.

Di sisi lain, Pemkab Badung juga melakukan penambahan ruas jalan baru serta pelebaran jalan sebagai upaya jangka panjang.

“Melalui ATCS, kami berupaya mengatur arus lalu lintas agar kemacetan bisa berkurang secara bertahap,” jelasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#Kabupaten Badung #kemacetan #dishub #penduduk #kendaraan