Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Momentum Pengukuhan Kadin Bali, Dorongan Percepatan Ekonomi dan Infrastruktur Menguat

Rika Riyanti • Sabtu, 25 April 2026 | 18:06 WIB
PENGUKUHAN: Kadin Provinsi Bali menggelar prosesi pengukuhan dan pelantikan jajaran Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, serta Dewan Pengurus masa bakti 2025–2030 yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Sabtu (25/4)
PENGUKUHAN: Kadin Provinsi Bali menggelar prosesi pengukuhan dan pelantikan jajaran Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, serta Dewan Pengurus masa bakti 2025–2030 yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Sabtu (25/4)

 

BALIEXPRESS.ID - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali menggelar prosesi pengukuhan dan pelantikan jajaran Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, serta Dewan Pengurus masa bakti 2025–2030.

Kegiatan tersebut berlangsung di Art Center Denpasar pada Sabtu (25/4).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie.

Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali periode 2025–2030 dipimpin I Made Ariandi sebagai Ketua Umum.

Baca Juga: KLH Bali Luruskan Video Viral Sampah di Estuary Dam Tanah Kilap, Sebut Kondisi Sudah Bersih

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Gubernur Bali Wayan Koster, anggota DPR RI Gde Sumarjaya Linggih dan Nengah Senantara, serta Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih.

Pada periode kedua kepemimpinannya, I Made Ariandi kembali dipercaya menakhodai Kadin Bali setelah sebelumnya memimpin selama lima tahun.

Ia menegaskan kesiapan organisasi yang dipimpinnya untuk memasuki babak baru dengan menitikberatkan pada penguatan ekonomi daerah, pemberdayaan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan.

“Kadin Bali akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi perekonomian Bali,” ujar Ariandi.

 

Sebagai bagian dari strategi, Kadin Bali juga melakukan penguatan internal melalui pembentukan sejumlah badan dengan tugas khusus.

Salah satunya adalah Badan Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata yang dipimpin oleh mantan Wakil Gubernur Bali periode 2018–2023, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace).

Badan ini dirancang memiliki kewenangan strategis dalam mengambil keputusan penting di sektor pariwisata tanpa harus menunggu persetujuan ketua umum.

“Langkah ini diperlukan agar Kadin Bali dapat merespons secara cepat dinamika sektor pariwisata yang menjadi penopang utama perekonomian Bali,” ujarnya.

Baca Juga: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Astra 2026: Bagikan Dividen Tunai Rp15,7 Triliun

Pada kesempatan yang sama, Anindya menyoroti capaian sektor pariwisata Bali sepanjang 2025, di mana kunjungan wisatawan mancanegara mencapai lebih dari 7 juta orang, dengan kontribusi produk domestik bruto (PDB) menembus Rp170 triliun, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

"Nah, ini saya lihat benar-benar suatu prestasi yang sangat dibutuhkan dan artinya pertumbuhan Indonesia di tahun lalu yang sampai ke angka 5,3 persen pada waktu itu banyak yang tidak percaya saya sudah merasa bahwa ini akan tercapai artinya penyumbang yang besar dan juga salah satu yang terbesar adalah Bali karena itu selamat Pak Gubernur," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kadin memiliki peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong dunia usaha, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1987.

Menurutnya, Kadin juga menjadi wadah yang menaungi berbagai asosiasi usaha, termasuk yang berkembang di Bali.

Baca Juga: Jaga Tradisi Ngaben di Setra, Desa Adat Beraban Tabanan Beri Subsidi Rp10 Juta

Di sisi lain, Anindya turut menyoroti dinamika global, khususnya dampak konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran, serta perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.

Ia menyebut kondisi tersebut berimbas pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan biaya produksi, serta melemahnya daya beli masyarakat.

Menghadapi tantangan tersebut, Kadin Indonesia bersama Kadin Bali mempertimbangkan dua langkah, yakni fokus pada efisiensi untuk bertahan atau tetap bertahan sambil mencari terobosan baru guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kadin Indonesia memilih opsi kedua, yaitu tetap efisien namun aktif mencari inovasi agar ekonomi kembali tumbuh.

Lebih lanjut, Kadin Indonesia berencana menyusun strategic paper guna mendorong pertumbuhan ekonomi Bali hingga mencapai sekitar 8 persen.

Fokus pembahasan akan mencakup kebutuhan infrastruktur serta penanganan persoalan sampah.

Baca Juga: Tiga Proyek Jalan di Bangli Sepi Peminat, Ketua DPRD Minta Pemkab Bertindak Cepat

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua Umum Kadin Indonesia dalam acara tersebut.

Ia juga berharap adanya dukungan dari Kadin untuk mempercepat pembangunan di Bali, khususnya infrastruktur.

"Kami menitip aspirasi juga kepada beliau karena bagaimanapun beliau punya koneksi dengan kawan-kawan di pemerintahan di pusat maupun juga di DPR, sehingga upaya kami untuk mempercepat pembangunan infrastruktur itu bisa mendapat dukungan lebih kuat," kata Koster.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #wayan koster #ekonomi #kadin