BALIEXPRESS.ID - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung mulai menggencarkan kembali promosi pariwisata pada tahun 2026.
Promosi yang terarah ini pun ditargetkan kepada wisatawan Jepang.
Rencananya promosi ini akan dilakukan pada Mei 2026.
Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Dukung Aksi Kolaborasi Hijau Lestarikan Mangrove Tahura Ngurah Rai
Plt Kadispar Badung, Ni Kadek Ari Armaeni mengatakan, alokasi anggaran untuk promosi pariwisata dipasang sekitar Rp 900 juta.
Anggaran tersebut difokuskan pada kegiatan yang dinilai mampu mendatangkan wisatawan berkualitas sekaligus memperluas sebaran kunjungan.
“Strategi promosi kini tidak lagi berorientasi pada jumlah kunjungan semata, melainkan kualitas wisatawan yang datang ke Badung, termasuk dari Jepang," ujar Ari Armaeni.
Baca Juga: Dialog Dini Hari Rilis “Di Jumah”, Lagu Tentang Rumah dan Ingatan
Pihaknya menyebutkan, wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
Untuk promosi ini, dirinya mengaku, mulai membidik pasar Jepang sebagai salah satu target potensial di kawasan Asia.
Hal ini dinilai memiliki daya beli tinggi serta prospek kunjungan yang menjanjikan, terutama di tengah dinamika geopolitik global saat ini.
Baca Juga: Kominfosanti Buleleng–BP3MI Bali Perkuat Sinergi, Edukasi PMI Digencarkan
“Dengan kombinasi strategi promosi yang lebih fokus, diversifikasi pasar, serta pengembangan destinasi baru, kami optimistis sektor pariwisata tetap tumbuh dan memiliki daya saing yang kuat ke depan," ungkapnya.
Selain promosi, Ari Armaeni menerangkan, salah satu upaya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dengan mengandeng sejumlah travel agent, baik dalam negeri maupun manca negara.
Kegiatan ini pun akan dilaksanakan pada Mei 2026 dengan melaksanakan kunjungan ke destinasti wisata ke Badung.
Dalam kegiatan tersebut, para pelaku industri pariwisata akan diajak mengeksplorasi potensi destinasi di Badung, khususnya wilayah Badung Utara.
“Selama ini pariwisata masih terkonsentrasi di Badung Selatan. Sekarang kita dorong pengembangan ke wilayah utara, terutama desa wisata, dan produk kerajinan yang belum banyak tersentuh," terangnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, Badung juga akan berpartisipasi dalam ajang Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) yang digelar pada akhir Mei.
Melalui kegiatan ini, pelaku industri pariwisata dari berbagai negara akan diundang untuk menjalin kerja sama.
Kemudian dilanjutkan dengan agenda kunjungan guna melihat langsung potensi destinasi di lapangan.
“Kegiatan pada Mei cukup banyak, kami mengagendakan promosi ke Jepang, kemudian mengundang travel agent ke destinasi wisata dan juga mengikuti event BBTF. Ini semua untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Badung," jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga