BALIEXPRESS.ID - Persaingan perebutan kursi Kepala Dinas (Kadis) di lingkungan Pemkab Badung berdasarkan manajemen talenta kini kian menarik.
Pasalnya untuk bursa calon Kadis Pariwisata diisi oleh orang dekat Bupati Badung dua periode (2005-2015) atau yang saat ini merupakan Ida Cokorda Mengwi XII.
Mereka merupakan Anak Agung Putri Mas Agung yang merupakan putri pertama dan Kabag Administrasi Pembangunan Setda Badung, pesaingnya I Putu Eka Parmana yang saat ini masih menjabat Camat Kuta Utara, yang juga mantan ajudan Bupati Badung periode 2005-2015.
Baca Juga: Tim Gabungan Tertibkan Papan Reklame dan PKL di Kecamatan Abiansemal
Kemudian tak kalah menarik, dikabarkan masih orang dekat Puri Mengwi, yakni Ketut Gede Sudiartha yang saat ini menjabat Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Badung.
Sumber koran ini pun membenarkan perihal tersebut.
Baginya persaingan kursi Kadis Pariwisata lebih menarik dibanding yang lainnya.
Baca Juga: Tunggu PSEL, Adi Arnawa Pastikan Pemkab Badung Kelola Sampah Mandiri
"Persaingan mereka cukup menarik. Karena masih ada irisan dengan kepemimpinan masa lalu. Ya, persaingan anak mantan Bupati dan mantan ajudan. Begitu juga dengan satunya lagi yang masih ada kaitannya. Menarik untuk ditunggu hasilnya," ujar sumber koran ini, Selasa (28/4).
Anak Agung Putri Mas Agung, saat ditemui, menyatakan dirinya telah mengikuti wawancara dalam pengisian jabatan dan menyerahkan sepenuhnya hasil penilaian kepada tim seleksi.
Ia menegaskan, seluruh proses telah dijalani sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Baca Juga: Membanggakan! Atlet Bridge Yunior Buleleng Kuasai Tiga Kejuaraan Besar di Bali
“Semua sudah melalui proses wawancara. Penilaian tentu ada di tim, apakah saya layak atau tidak, itu nanti diputuskan oleh mereka. Jadi masih tunggu saja hasilnya," ujar Putri Mas Agung.
Pihaknya menyebutkan, dalam wawancara tersebut seluruh peserta diberikan kesempatan menyampaikan gagasan serta menjawab pertanyaan dari tim penguji.
Bahkan dirinya pun telah menyampaikan pandangan dan konsep secara pribadi.
Hanya saja ia menolak membeberkan secara rinci materi yang dipaparkan. "Kalau soal ide dan pandangan, itu sudah kami sampaikan saat wawancara. Tapi sekarang belum saatnya bicara jauh ke depan. Kita tunggu dulu hasilnya," ucapnya.
Menurutnya, dalam sistem manajemen talenta yang diterapkan saat ini, penilaian dilakukan secara objektif berbasis kompetensi dan rekam jejak.
Untuk itu, dirinya tidak ingin berandai-andai dapat dengan mudah mendapatkan kursi Kadis Pariwisata.
"Tidak boleh takabur. Walaupun orang bilang peluangnya tinggi, belum tentu hasilnya seperti itu. Semua tergantung penilaian kompetensi," tegasnya.
Sementara, Camat Kuta Utara, I Putu Eka Parmana mengaku, telah mengikuti tes wawancara dari tim manajemen talenta Pemkab Badung.
Dalam satu posisi kadis, ada tiga orang yang menjadi calon.
“Iya memang sudah dipanggil. Tentu kami mengikuti perintah. Ada tiga orang, termasuk saya," ucapnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga