Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

22 Subak di Bangli Dapat Alokasi Bantuan Perbaikan Irigasi Tersier, Segini Nilainya!

I Made Mertawan • Selasa, 5 Mei 2026 | 08:48 WIB
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma.

BALIEXPRESS.ID- Pemkab Bangli tahun 2026 mendapatkan alokasi bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk perbaikan saluran irigasi tersier subak.

Total terdapat 22 subak penerima dengan nilai bantuan Rp100 juta per subak, sehingga keseluruhan mencapai Rp2,2 miliar.

Bantuan ini difokuskan untuk memperbaiki saluran yang mengalami kerusakan dan kebocoran.

Baca Juga: Letkol Tedy Indra Wijaya: Pengabdi Setia Presiden Prabowo  

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil usulan pemerintah daerah.

Dari total penerima, 10 subak sudah  cair, sementara sisanya masih dalam proses.
Sarma menjelaskan, perbaikan saluran akan dilakukan secara swadaya oleh masing-masing subak penerima.

Tahun ini, Pemkab Bangli tidak mengalokasikan anggaran APBD untuk perbaikan irigasi tersier sehingga bantuan pusat menjadi sangat penting.

Baca Juga: Oknum Pegawai ASDP Gilimanuk Ditangkap Kasus Sabu, Direkomendasikan Rehabilitasi

Menurut Sarma, kondisi saluran irigasi tersier di sejumlah subak di Bangli memang sudah banyak mengalami kerusakan. Kebocoran tersebut berdampak pada tidak optimalnya aliran air ke lahan pertanian.

Selain dari Kementan, Pemkab Bangli juga mengusulkan bantuan perbaikan ke Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Usulan tersebut saat ini masih dalam proses.

Baca Juga: Berawal dari Suara Ledakan, Warung dan Dapur di Karangasem Terbakar Dini Hari

“Kami terus berupaya mencari bantuan karena banyak saluran irigasi yang membutuhkan perbaikan,” ujarnya.

Pemerintah berharap bantuan ini dapat memperbaiki sistem distribusi air subak. Dengan begitu, produktivitas pertanian di Bangli tetap terjaga.

"Anggaran APBD terbatas, maka pimpinan mendorong untuk berinovasi mengakses APBN," jelas Sarma. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bangli #saluran irigasi #Subak