SINGARAJA, BALI EXPRESS – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Buleleng mulai memanaskan mesin jelang berbagai agenda kejuaraan tingkat daerah hingga persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar latihan gabungan bersama atlet FAJI Badung dan Klungkung di aliran Tukad Banyumala, Buleleng, akhir pekan lalu.
Latihan bersama tersebut berlangsung penuh semangat dengan melibatkan total 40 atlet dari tiga kabupaten. FAJI Badung mengirimkan 16 atlet, FAJI Klungkung delapan atlet, dan tuan rumah FAJI Buleleng menurunkan 16 atlet terbaiknya. Mereka menjalani simulasi pertandingan sekaligus penguatan teknik dasar hingga strategi bertanding di lintasan sungai yang cukup menantang.
Derasnya aliran Tukad Banyumala dimanfaatkan sebagai arena latihan untuk mengasah kemampuan atlet pada sejumlah nomor pertandingan. Mulai dari sprint, head to head, hingga slalom. Tidak hanya itu, para atlet juga berlatih pada kategori R4 dan R6 baik putra, putri maupun mix.
Ketua Harian FAJI Buleleng, Made Sugiarta mengatakan, latihan gabungan ini menjadi kesempatan penting bagi atlet Buleleng untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan kemampuan teknik. Apalagi, atlet-atlet dari Badung dan Klungkung dinilai memiliki pengalaman bertanding yang cukup baik.
Menurutnya, pola latihan bersama seperti ini memberi ruang bagi atlet untuk belajar secara langsung mengenai teknik pendayungan, membaca arus sungai, hingga strategi saat menghadapi pertandingan.
“Kegiatan ini sangat positif karena atlet-atlet Buleleng bisa belajar teknik dasar pendayungan, strategi, dan pola latihan dari teman-teman Badung dan Klungkung yang sudah cukup berpengalaman,” ujarnya, Senin (11/5).
Sugiarta menambahkan, latihan gabungan juga menjadi bagian dari evaluasi kemampuan atlet Buleleng menghadapi persaingan pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bali 2026 hingga Porprov Bali 2027 mendatang. Salah satu fokus utama saat ini yakni memperdalam teknik slalom yang mulai diperkenalkan secara intensif kepada atlet.
Nomor slalom sendiri membutuhkan ketepatan manuver dan kemampuan membaca arus sungai secara cepat. Karena itu, latihan rutin dan jam terbang menjadi faktor penting agar atlet mampu bersaing di level lebih tinggi.
“Kami ingin atlet semakin siap menghadapi kejuaraan. Dari latihan ini banyak ilmu baru yang didapat, terutama teknik slalom yang nantinya akan terus kami latih secara rutin,” katanya.
Selain meningkatkan kemampuan teknik, latihan bersama itu juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan antar atlet dan pengurus FAJI di Bali. Suasana latihan tampak cair dan penuh kekeluargaan. Di sela-sela latihan, para atlet saling berbagi pengalaman mengenai teknik bertanding maupun karakter lintasan sungai di masing-masing daerah.
Ketua Umum FAJI Klungkung, I Dewa Rai Sayang mengapresiasi pelaksanaan latihan gabungan tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas atlet sekaligus memperkuat solidaritas antar kabupaten di Bali.
Menurutnya, kemajuan olahraga arung jeram tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi dan ruang latihan bersama agar atlet semakin terbiasa menghadapi karakter sungai yang berbeda-beda.
“Latihan bersama seperti ini sangat bagus karena atlet bisa saling belajar dan bertukar pengalaman. Selain meningkatkan teknik, kegiatan ini juga mempererat solidaritas antar atlet FAJI di Bali,” ujarnya.
Ia berharap latihan gabungan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan atlet jangka panjang. Dengan semakin sering bertemu dan berlatih bersama, kemampuan atlet diyakini akan berkembang lebih cepat sekaligus meningkatkan daya saing olahraga arung jeram Bali di tingkat nasional. ***
Editor : Dian Suryantini