Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

KaKanwil Kemenag Bali Kuatkan ASN Kemenag Gianyar dengan Pemahaman Agama untuk Cegah Narkoba

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 21 Mei 2026 | 16:56 WIB
KANWIL : KaKanwil Kemenag Bali kuatkan ASN Kemenag Gianyar melalui pemahaman agama dalam mencegah narkoba. 
KANWIL : KaKanwil Kemenag Bali kuatkan ASN Kemenag Gianyar melalui pemahaman agama dalam mencegah narkoba. 
 
BALIEXPRESS. ID – Pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diperkuat dengan nilai spiritual dan pemahaman agama. Hal tersebut ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha saat memberikan materi sekaligus menutup kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gianyar (BNNK Gianyar) berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Kamis (21/5). 
 
Dalam kegiatan yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Gianyar tersebut, Kakanwil menekankan pentingnya agama sebagai benteng moral dalam menghadapi ancaman narkoba yang kini menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda dan aparatur negara.
 
Menurutnya, ASN Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Pemahaman agama, kata dia, memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter, mengontrol perilaku, serta menanamkan kesadaran diri untuk menjauhi hal-hal yang merusak masa depan.
 
“Agama memiliki peranan strategis sebagai penguat moral dan pengendali diri. ASN Kemenag tidak hanya bekerja menjalankan administrasi, tetapi juga menjadi contoh dalam kehidupan sosial dengan menjunjung nilai-nilai spiritual,” tegasnya.
 
Baca Juga: Pesta Arak Berujung Pembunuhan di Ungasan! Pemuda asal NTT Tewas Ditikam karena Lerai Cekcok Ayah dan Anak
 
Dalam pemaparannya, Dr. I Gusti Made Sunartha mengajak peserta melakukan refleksi diri melalui ajaran-ajaran suci Agama yang menekankan pentingnya kerja keras, disiplin, dan penyucian diri. Ia mengutip nilai-nilai dalam kitab suci bahwa tubuh dibersihkan dengan air, pikiran disucikan dengan kebenaran, jiwa dibangun melalui pengetahuan dan tapa brata, sedangkan kecerdasan diasah dengan pengetahuan yang benar.
 
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan hidup tidak datang kepada orang yang malas. Semangat bekerja, menjaga integritas, dan memperkuat spiritualitas diyakini menjadi pondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk ancaman penyalahgunaan narkoba.
 
Kakanwil turut menyoroti pentingnya perhatian terhadap generasi remaja yang menjadi kelompok rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan. "Masa remaja disebut sebagai fase peralihan penting dari anak menuju dewasa, sehingga membutuhkan pendampingan moral, pendidikan karakter, serta penguatan nilai agama agar tidak mudah terjerumus pada perilaku menyimpang, " imbuhnya. 
 
Dalam konteks pencegahan narkoba, agama dinilai memiliki sejumlah fungsi penting, mulai dari faktor motivatif yang mendorong seseorang memilih jalan benar, faktor kreatif dan inovatif dalam membangun kehidupan positif, hingga faktor transformasi yang mampu mengubah perilaku menjadi lebih baik.
 
Selain itu, ajaran agama juga dipandang berfungsi sebagai sarana integratif yang memperkuat keyakinan serta menginspirasi individu untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
 
Sebagai bentuk penguatan karakter, peserta diklat juga dibekali pemahaman mengenai pengendalian diri melalui konsep ajaran Hindu seperti Pañca Yama Brata dan Pañca Niyama Brata. Nilai-nilai seperti kejujuran (satya), tidak mengambil hak orang lain (asteya), pengendalian diri (brahmacarya), hidup bersih (sauca), rasa syukur (santosa), hingga disiplin spiritual menjadi landasan dalam membentuk pribadi yang tangguh terhadap pengaruh negatif.
 
Kegiatan Diklat Penggiat P4GN ini menjadi bentuk nyata sinergi antara BNNK Gianyar dan Kemenag Gianyar dalam membangun ketahanan moral. Para peserta diharapkan tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat.
 
Penutupan diklat berlangsung penuh semangat dengan harapan besar agar seluruh peserta menjadi pelopor gerakan antinarkoba yang mengedepankan pendekatan edukatif, spiritual, dan humanis. Dengan penguatan agama dan karakter, Gianyar diharapkan semakin tangguh menghadapi ancaman narkotika.*
Editor : Putu Agus Adegrantika
#bnnk gianyar #Kanwil Kemenag Bali #Kemenag Gianyar