PMI Asal Jembrana Meninggal di Jepang, Pemkab Bergerak Bantu Pemulangan Jenazah

Gede Riantory Warmadewa • Dipublikasikan Rabu, 27 Mei 2026 | 07:24 WIB
Pemkab Jembrana bersama Satgas BP3MI Bali mendatangi rumah duka pada Senin (25/5/2026). (Ist)
Pemkab Jembrana bersama Satgas BP3MI Bali mendatangi rumah duka pada Senin (25/5/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Kabar duka datang dari seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana, Bali.

I Kadek Mas Heriadi,34, warga Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, meninggal dunia di Ibaraki, Jepang, pada Minggu (24/5/2026).

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Pemkab Jembrana langsung mengambil langkah cepat untuk membantu proses pemulangan jenazah almarhum ke kampung halaman.

Baca Juga: Tamba by Junsei Perkenalkan Babak Baru Melalui “The Rooster in Flame”

Pemkab Jembrana bersama Satgas BP3MI Bali mendatangi rumah duka pada Senin (25/5/2026) untuk menjalin komunikasi dengan pihak keluarga. Pertemuan tersebut juga melibatkan pihak kelurahan serta Bendesa Adat Tegalcangkring guna memastikan seluruh proses berjalan lancar.

Selain itu, BP3MI juga telah berkoordinasi dengan KBRI di Jepang untuk memfasilitasi proses administrasi dan pemulangan jenazah almarhum ke Bali.

Pemkab Jembrana turut memberikan pendampingan penuh terkait administrasi serah terima jenazah.

Baca Juga: Nuanu Perkuat Strategi Penghijauan Jangka Panjang dengan Penanaman 1.000 Pohon Lokal di Seluruh Kawasan

Dukungan juga diberikan dalam bentuk fasilitas pengantaran keluarga ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga penyediaan ambulans untuk membawa jenazah menuju rumah duka setibanya di Bali.

Sebelum meninggal dunia, almarhum diketahui sempat mengeluhkan sakit pada bagian kaki yang mengalami pembengkakan. Ia sempat menjalani pengobatan di klinik terdekat.

Baca Juga: Perluas Ekosistem Pembayaran QRIS Cross Border BI, Merchant BRI Sudah Terhubung dengan Alipay dan UnionPay

Namun, kondisi kesehatannya terus menurun dalam lima hari terakhir sebelum wafat hingga tidak mampu bekerja.

Ia kembali dibawa ke rumah sakit terdekat, namun menolak menjalani perawatan dan memilih pulang ke tempat tinggalnya dengan harapan dapat segera kembali ke Bali setelah kondisinya membaik.

Takdir berkata lain, Heriadi menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu (24/5/2026) didampingi sang adik kandung, Komang Eri Wahyudi,24, yang juga tengah menjalani program pemagangan di Jepang.

Di tengah suasana duka, solidaritas sesama PMI asal Bali di Jepang menjadi sorotan.

Begitu kabar meninggalnya almarhum tersebar, komunitas PMI Bali bergerak cepat menggalang donasi untuk membantu biaya pemulangan jenazah sambil menunggu kelengkapan dokumen selesai diproses.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerprin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai otoritas terkait agar proses pemulangan jenazah dapat segera terealisasi.

“Bekerja sama dengan berbagai pihak, kita akan upaya percepatan pengurusan administrasi pemulangan almarhum sesegera mungkin. Kami mewakili pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada semeton PMI Bali di Jepang yang memiliki rasa menyama braya yang kuat untuk ikut membantu kepulangan almarhum,” ujarnya.

Mirah menegaskan, penanganan kasus ini merupakan bagian dari SOP dinas serta instruksi langsung Bupati Jembrana agar pemerintah bergerak cepat membantu setiap persoalan PMI di luar negeri.

Pihaknya juga terus bersinergi dengan BP2MI selaku otoritas pusat guna menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi pekerja migran Indonesia.

“Kami juga terus bersinergi dengan BP2MI yang memegang wewenang di tingkat pusat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan PMI selama ini,” pungkasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
PMI Meninggal jembrana