SINGARAJA, BALI EXPRESS - Di kampus, profesor biasanya identik dengan ruang seminar, jurnal ilmiah, atau diskusi serius yang penuh istilah akademik. Namun Juni 2026 nanti, suasananya bakal sedikit berbeda di Universitas Pendidikan Ganesha. Para profesor dari berbagai penjuru Indonesia akan bertukar pukulan—bukan argumen ilmiah—dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Asosiasi Tenis Profesor Indonesia (ATPI) 2026.
Ya, para guru besar ternyata tidak hanya piawai menyusun teori dan menguji mahasiswa. Sebagian dari mereka juga cukup lihai mengarahkan bola tenis melewati net dengan penuh perhitungan. Jika di ruang kuliah mereka biasa membedah metodologi penelitian, di lapangan tenis mereka membedah strategi servis dan smash.
Undiksha dipercaya menjadi tuan rumah kejurnas yang akan berlangsung pada 11 hingga 14 Juni 2026. Kampus yang dikenal aktif mengembangkan olahraga prestasi dan sport science tersebut dinilai memiliki kesiapan fasilitas maupun pengalaman dalam menggelar berbagai kegiatan berskala nasional.
Ajang ini dipastikan menghadirkan atmosfer yang unik. Bayangkan saja, para profesor yang sehari-hari akrab dengan buku referensi tebal dan sidang akademik kini bersaing dalam pertandingan tenis dengan semangat kompetitif, tetapi tetap penuh keakraban. Bisa jadi, setelah bertanding mereka kembali berdiskusi soal penelitian sambil memegang raket dan handuk kecil di pundak.
Panitia menyiapkan dua kategori pertandingan, yakni Ganda Profesor Eksekutif dan Ganda Putra Profesor. Hingga 26 Mei 2026, antusiasme peserta terus meningkat. Sebanyak 50 pasangan dari 27 perguruan tinggi di Indonesia telah mendaftarkan diri. Rinciannya, 10 pasangan akan berlaga di kategori Ganda Profesor Eksekutif dan 40 pasangan lainnya bertanding di kategori Ganda Putra Profesor.
Jumlah itu masih berpotensi bertambah karena pendaftaran dibuka hingga 31 Mei 2026. Artinya, masih ada kesempatan bagi para profesor lain yang diam-diam ternyata punya forehand mematikan untuk ikut ambil bagian.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Undiksha, I Wayan Artanayasa, mengatakan pihak kampus bersama panitia terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan kejurnas.
Menurutnya, ajang ini bukan sekadar pertandingan olahraga biasa. Lebih dari itu, Kejurnas ATPI menjadi ruang mempererat jejaring antarakademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Undiksha merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah Kejurnas Tenis Asosiasi Tenis Profesor Indonesia tahun 2026. Ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga ruang mempererat jejaring antarakademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujarnya, Kamis (28/5).
Ia menambahkan, panitia berupaya menghadirkan penyelenggaraan yang profesional dengan tetap mengedepankan sportivitas dan suasana kekeluargaan.
Selain pertandingan tenis, rangkaian kegiatan juga akan diisi seminar keolahragaan yang menghadirkan akademisi dan praktisi olahraga. Seminar ini akan membahas pengembangan olahraga prestasi, sport science, hingga kesehatan bagi kalangan akademisi. ***