Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ratusan Telur Penyu Hijau Diselamatkan dari Ancaman Anjing Liar di Pantai Banyuasri

Dian Suryantini • Selasa, 9 Juni 2026 | 06:50 WIB
KUB Karang Gunung melakukan penyelamatan telur penyu di Pantai Camplung, Banyuasri. (Ist)
KUB Karang Gunung melakukan penyelamatan telur penyu di Pantai Camplung, Banyuasri. (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Ratusan butir telur penyu hijau berhasil diselamatkan dari ancaman predator di kawasan Pantai Camplung, Desa Banyuasri, Kecamatan Buleleng.

Telur-telur tersebut dievakuasi oleh nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karang Gunung bersama relawan konservasi Kurma Segara Raksa Banyuasri setelah ditemukan dalam dua sarang berbeda.

Penyelamatan telur penyu itu menjadi bagian dari upaya konservasi yang terus dilakukan masyarakat pesisir Banyuasri di tengah meningkatnya ancaman terhadap habitat penyu, terutama dari keberadaan anjing liar yang kerap berkeliaran di sepanjang pantai.

Baca Juga: Dua Pelajar Klungkung Jadi Korban Tabrak Lari di Simpang Museum Gunarsa

Ketua KUB Karang Gunung, Teguh, mengatakan dua ekor penyu hijau naik ke Pantai Camplung sekitar pukul 03.00 Wita untuk bertelur.

Kedua penyu tersebut membuat sarang di lokasi yang berbeda dengan kondisi yang cukup rentan terhadap gangguan predator.

Menurut Teguh, sarang pertama nyaris menjadi sasaran anjing liar yang diketahui berkeliaran di kawasan pantai.

Baca Juga: Kokain Muncul di Buleleng, Polisi Ungkap Kasus Perdana dalam Operasi Antik Agung 2026

Keberadaan penyu dan sarangnya segera diketahui oleh nelayan, sehingga telur-telur yang ada dapat diamankan sebelum mengalami kerusakan.

“Dua ekor penyu naik ke pantai. Di titik pertama telur berhasil diamankan setelah sebelumnya diincar anjing liar. Sementara di titik kedua, salah seorang nelayan menunggui penyu saat bertelur sehingga sarang tersebut terhindar dari gangguan anjing,” ujarnya, Senin (8/6/2026) pagi.

Baca Juga: Mayoritas Publik Apresiasi Langkah Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi dan Nasional

Dari hasil pendataan, sarang pertama berisi 73 butir telur. Sementara sarang kedua ditemukan sebanyak 109 butir telur. Dengan demikian, total telur yang berhasil diselamatkan mencapai 182 butir.

Seluruh telur kemudian dievakuasi dan dipindahkan ke tempat penampungan sementara yang telah disiapkan oleh relawan konservasi.

Pemindahan dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kondisi telur agar tetap stabil hingga proses penetasan berlangsung.

Ketua Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri, Nyoman Sadwika, menjelaskan langkah evakuasi merupakan tindakan penyelamatan darurat mengingat lokasi sarang berada di kawasan yang cukup rawan.

Selain ancaman anjing liar, sarang alami juga berisiko terganggu oleh aktivitas manusia maupun perubahan kondisi lingkungan pesisir.

Ia mengakui fasilitas penampungan yang dimiliki relawan saat ini masih sederhana dan belum sepenuhnya memenuhi standar konservasi modern.

Namun demikian, berbagai upaya dilakukan agar kondisi media penetasan tetap menyerupai habitat alami penyu di pantai.

“Kami berharap seluruh telur yang berhasil diselamatkan dapat menetas dengan baik. Upaya kecil ini diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian penyu hijau yang populasinya semakin berkurang,” kata Sadwika.

Musim bertelur penyu hijau di kawasan Pantai Camplung diperkirakan masih akan berlangsung hingga Agustus mendatang.

Kondisi tersebut menjadi momentum penting bagi nelayan dan relawan untuk meningkatkan pengawasan di sepanjang garis pantai guna memastikan sarang-sarang penyu tetap aman. (*)

Editor : I Made Mertawan
#pantai banyuasri #penyu hijau #buleleng