BALIEXPRESS.ID – Pengembangan sport tourism terus didorong sebagai salah satu strategi memperluas daya tarik destinasi wisata di Bali.
Upaya tersebut terlihat dalam penyelenggaraan PenglipuRUN 2026 yang berlangsung di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, dan diikuti lebih dari 300 peserta.
Ajang lari yang digelar Minggu (7/6) ini tidak hanya menjadi wadah aktivitas olahraga, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi desa wisata kepada masyarakat luas.
Dengan statusnya sebagai salah satu desa terbersih di Indonesia serta destinasi yang telah mendapat pengakuan internasional dari UN Tourism, Penglipuran dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata berbasis olahraga yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: DPRD Bali Terima LHP BPK RI, Pemprov Bali Pertahankan WTP 13 Tahun Berturut-turut
Penyelenggaraan PenglipuRUN 2026 juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap melalui kolaborasi berbagai pihak.
Selain mengangkat potensi budaya dan lingkungan desa, kegiatan ini turut didukung penguatan sistem digital dalam pengelolaan destinasi wisata.
PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) sebagai mitra teknologi Desa Penglipuran menghadirkan sistem yang terintegrasi untuk mendukung transaksi dan pembayaran non-tunai bagi wisatawan maupun pengelola destinasi.
General Manager Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memperkenalkan karakter khas desa kepada peserta dan wisatawan.
"PenglipuRUN bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya, kebersihan, dan keberlanjutan yang selama ini menjadi identitas Desa Penglipuran. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak, termasuk MKP sebagai mitra teknologi Desa Penglipuran dan Jasindo yang memberikan perlindungan bagi para peserta. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa desa wisata dapat menghadirkan event berkelas dengan standar pelayanan yang semakin baik," ujar Wayan Sumiarsa.
Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta juga mendapatkan perlindungan Asuransi Personal Accident dari Jasindo.
Kehadiran perlindungan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar penyelenggaraan event, khususnya terkait aspek keselamatan dan mitigasi risiko bagi peserta.
CEO & Co-Founder MKP, Nicholas Anggada, mengatakan penyelenggaraan PenglipuRUN menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung pengembangan destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca Juga: Golkar Karangasem Mulai Petakan Kader Perempuan Potensial untuk Pileg
"PenglipuRUN 2026 adalah contoh bagaimana teknologi dapat menjadi enabler bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan pengalaman wisata yang lebih baik. Kami percaya masa depan pariwisata Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan destinasi untuk mengintegrasikan pengalaman pengunjung, transaksi digital, dan keamanan dalam satu ekosistem yang seamless," pungkasnya.
Keberhasilan penyelenggaraan PenglipuRUN 2026 diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Desa Wisata Penglipuran sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.
Model kolaborasi yang memadukan olahraga, teknologi, perlindungan peserta, serta pelestarian budaya juga dinilai dapat menjadi contoh pengembangan pariwisata berkelanjutan di berbagai desa wisata lainnya.(***)
Editor : Rika Riyanti