BALIEXPRESS.ID – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali meningkatkan upaya edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) bertema Kolaborasi Akulturasi Budaya dan Teknologi dalam Peningkatan Pelayanan dan Keselamatan Ketenagalistrikan di PLN Bali yang melibatkan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan kalangan media.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN membangun budaya sadar keselamatan listrik di tengah meningkatnya aktivitas adat dan keagamaan menjelang hari raya.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali, Imbar Susanto, menegaskan bahwa kesiapan PLN tidak hanya berfokus pada menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memastikan masyarakat memahami pentingnya penggunaan listrik yang aman.
Baca Juga: Pria 60 Tahun di Bangli Ditemukan Meninggal di Kolam Lele, Hasil Olah TKP Ungkap Penyebab Kematian
“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, PLN siap dengan pasokan listrik yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi dengan nyaman. Layanan kami juga selalu siap hadir ketika dibutuhkan masyarakat. Melayani dengan cepat merupakan komitmen kami, namun keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Melalui forum ini kami berharap sinergi dengan media dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan listrik,” ujarnya.
Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali, I Made Ariana, mengingatkan bahwa kebutuhan listrik masyarakat biasanya meningkat selama rangkaian perayaan Galungan dan Kuningan.
Kondisi tersebut kerap diikuti penggunaan peralatan listrik tambahan yang berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak diimbangi dengan instalasi yang memadai.
“Menjelang hari raya, kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat. Penggunaan stop kontak secara berlebihan, instalasi yang tidak memenuhi standar, maupun penambahan peralatan listrik tanpa memperhatikan kapasitas instalasi dapat memicu korsleting yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” jelas Ariana.
Karena itu, masyarakat diimbau memastikan kondisi instalasi listrik tetap aman, menggunakan peralatan berstandar, menghindari penumpukan colokan listrik, serta segera melaporkan potensi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center PLN 123 agar dapat ditangani lebih cepat.
Dalam forum tersebut juga disampaikan pentingnya menjaga jarak aman terhadap jaringan listrik, terutama saat pemasangan perlengkapan upacara dan kegiatan keagamaan yang berpotensi menambah beban listrik rumah tangga.
Dari sisi budaya, perwakilan MDA Provinsi Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen, menilai keselamatan listrik sejalan dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali yang mengedepankan keseimbangan dan keharmonisan.
“Keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Masyarakat Bali memiliki kearifan lokal yang mengajarkan keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan. Nilai-nilai tersebut juga relevan dalam penggunaan listrik, sehingga aktivitas adat dan keagamaan dapat berlangsung dengan aman tanpa menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga: Euforia Piala Dunia Hadir di Bali Melalui Adidas World Cup Pop-Up Store
Diskusi yang dipandu Wakil Ketua PWI Provinsi Bali Bidang Pendidikan, Arief Wibisono, itu menghasilkan kesepahaman bahwa keselamatan ketenagalistrikan perlu menjadi bagian dari budaya masyarakat, terutama pada momentum hari raya yang identik dengan meningkatnya aktivitas dan konsumsi listrik.
Selain memperkuat edukasi keselamatan listrik menjelang Galungan dan Kuningan, PLN juga memastikan kesiapan sistem kelistrikan untuk mendukung penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026.
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali telah menyiapkan pengamanan sistem distribusi dan pemantauan jaringan secara intensif guna menjaga keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan agenda budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut.
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan PKB tidak lepas dari dukungan pasokan listrik yang stabil, terutama untuk menunjang sistem pencahayaan dan tata suara pada berbagai pertunjukan seni.
“PKB merupakan agenda budaya yang sangat penting bagi Bali. Karena itu kami berupaya memastikan seluruh pertunjukan, khususnya yang menggunakan sistem pencahayaan dan tata suara, dapat berlangsung dengan aman dan nyaman tanpa terganggu oleh pasokan listrik,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan, UP2D Bali telah menyiapkan konfigurasi jaringan yang andal, skenario manuver jaringan, serta sistem pengalihan beban apabila terjadi gangguan pada salah satu penyulang.
Seluruh kondisi jaringan dipantau secara real time melalui Distribution Control Center (DCC) Bali yang beroperasi selama 24 jam.
“Kami memastikan sistem distribusi memiliki tingkat keandalan yang memadai untuk mendukung kebutuhan kelistrikan selama PKB. Apabila terjadi gangguan pada salah satu penyulang atau jaringan tertentu, UP2D telah menyiapkan skenario pengalihan beban dan langkah penormalan agar pasokan listrik tetap terjaga,” jelas Petrus.
Sebelum PKB dimulai, PLN juga telah melakukan pemeriksaan terhadap jaringan distribusi dan gardu yang memasok kebutuhan listrik ke lokasi kegiatan.
Sebanyak 27 personel UP2D Bali disiagakan selama penyelenggaraan PKB untuk melakukan pemantauan sistem, pengamanan operasi jaringan, dan percepatan penanganan apabila terjadi gangguan.
Baca Juga: Terseret Air Bah di Baktiseraga Buleleng, Mahasiswa Ditemukan Meninggal di Bawah Reruntuhan Rumah
PLN turut mengantisipasi potensi gangguan eksternal seperti cuaca ekstrem, pohon tumbang, hingga gangguan hewan yang dapat memengaruhi jaringan distribusi listrik.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pengawasan secara intensif agar potensi gangguan dapat diminimalkan sejak dini. Harapannya seluruh rangkaian PKB dapat berlangsung lancar sehingga masyarakat dan wisatawan dapat menikmati setiap pertunjukan dengan nyaman,” katanya.
Melalui pengawasan sistem distribusi yang berkelanjutan dan kesiapan personel di lapangan, PLN menegaskan komitmennya untuk mendukung kelancaran PKB XLVIII Tahun 2026 sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik selama masyarakat Bali menjalankan rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan.(***)
Editor : Rika Riyanti