BALIEXPRESS.ID – Matahari bersinar terik di kawasan Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (20/6).
Namun cuaca panas yang menyelimuti Kota Denpasar tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk mengunjungi Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII.
Sejak siang hari, berbagai sudut arena PKB dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga maupun sahabat untuk menikmati beragam sajian seni dan budaya.
Payung, topi, dan kipas tangan tampak menjadi perlengkapan yang banyak dibawa pengunjung.
Baca Juga: Ahli Waris Pedagang Pasar Kreneng Terima Santunan Jaminan Kematian Rp42 Juta
Meski harus berjalan di bawah terik matahari, mereka tetap antusias berkeliling menyaksikan pameran, mengunjungi stan UMKM, hingga menonton pertunjukan yang berlangsung di sejumlah lokasi.
Salah satunya adalah Ni Luh Sari Dewi (38), warga Denpasar, yang datang bersama suami dan kedua anaknya.
Ia mengaku sengaja memanfaatkan hari libur akhir pekan untuk mengajak keluarga menikmati suasana PKB.
“Memang cuacanya cukup panas, tetapi anak-anak sudah dari beberapa hari lalu minta diajak ke PKB. Jadi kami datang sejak siang supaya bisa lebih leluasa berkeliling dan melihat banyak kegiatan,” ujarnya.
Menurut Sari, PKB selalu menjadi agenda yang dinantikan keluarganya setiap tahun.
Selain sebagai sarana rekreasi, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan mengenalkan berbagai kesenian Bali kepada anak-anak.
“Kalau datang ke sini, anak-anak bisa melihat langsung tarian, kerajinan, dan berbagai budaya Bali. Ini pengalaman yang berbeda dibanding hanya melihat dari media sosial atau televisi. Walaupun panas, suasananya tetap menyenangkan karena ramai dan banyak aktivitas yang bisa dinikmati,” katanya.
Antusiasme serupa terlihat dari I Made Arya Putra (27), warga Gianyar, yang memilih menghabiskan hari Sabtu bersama sejumlah teman kuliahnya di arena PKB.
Mereka datang sejak siang untuk menikmati berbagai pertunjukan dan mengunjungi pameran yang digelar selama festival berlangsung.
“Kami sengaja datang hari Sabtu karena lebih santai dan bisa berkumpul bersama teman-teman. Memang panas, tetapi tidak terlalu terasa karena banyak hal menarik yang bisa dilihat,” ujarnya.
Arya menilai PKB bukan hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga tempat berkumpul dan mempererat hubungan sosial.
Menurutnya, suasana yang ramai menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan seni dan budaya.
Baca Juga: DPRD Bali Usulkan Raperda Tata Cara Pembentukan Produk Hukum Daerah, Bentuk Pansus Segera Dibahas
“Yang saya lihat, meskipun cuacanya terik, pengunjung tetap banyak. Orang-orang terlihat semangat berkeliling, menonton pertunjukan, dan berfoto di berbagai lokasi. Ini menunjukkan PKB masih menjadi daya tarik bagi masyarakat,” tuturnya.
Sepanjang siang, kawasan Taman Budaya dipenuhi lalu lalang pengunjung yang menikmati setiap sudut kegiatan.
Sejumlah keluarga tampak beristirahat di area yang teduh sebelum kembali melanjutkan perjalanan mengelilingi taman.
Di sisi lain, kelompok anak muda memanfaatkan momen tersebut untuk mengabadikan kunjungan mereka melalui kamera ponsel.
Terik matahari pada akhir pekan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hadir di PKB.
Bagi banyak warga, festival budaya tahunan ini tetap menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat, sekaligus menikmati kekayaan seni budaya Bali yang ditampilkan dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.(***)
Editor : Rika Riyanti