BALIEXPRESS.ID – Seekor anjing peliharaan yang sebelumnya menggigit dua warga di Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, dipastikan positif rabies.
Kepastian tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium pada Minggu (21/6/2026).
Anjing berusia sekitar tiga tahun tersebut diketahui sempat menyerang dua warga dalam rentang waktu dua hari.
Baca Juga: Sekwan DPRD Tabanan Akhirnya Terisi, Pemkab Lantik 14 Pejabat Sekaligus
Korban pertama adalah seorang balita berinisial MAH,4, yang digigit pada Minggu, 14 Juni 2026.
Sehari kemudian, tepatnya Senin (15/6/2026) malam, anjing yang sama kembali menggigit seorang warga bernama Sadikun,47, saat menghadiri acara syukuran di wilayah setempat.
Kondisi anjing itu kemudian memburuk. Pada Selasa (16/6/2026) dini hari, hewan tersebut terlihat mengalami gangguan koordinasi gerak.
Baca Juga: Sirkuit Drag Race Bangli Sepi Event, Pemasukan PAD Masih Seret
Beberapa jam kemudian, anjing ditemukan mati di kawasan Gang Semar, Banjar Tangi.
Menerima laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi untuk mengambil sampel otak anjing guna dilakukan pengujian di Balai Besar Veteriner Denpasar.
Baca Juga: Duh, Lampu Anjungan Penelokan Kintamani Mati Lama, Perbaikan Baru Direncanakan 2027
Setelah proses pengambilan sampel selesai, bangkai anjing kemudian dikuburkan.
Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Jembrana I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, membenarkan hasil pemeriksaan laboratorium tersebut.
“Hasil dari laporan pengujian FAT rabies BBV Denpasar pada hari ini, 21 Juni 2026, menunjukkan positif rabies,” ungkapnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihaknya segera mengambil langkah antisipatif guna mencegah penyebaran rabies di sekitar lokasi kasus.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pelaksanaan vaksinasi terhadap hewan penular rabies di wilayah setempat.
“Kami vaksin aja dulu, kalau desa minta eliminasi kami siap laksanakan,” terangnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus rabies dan segera melaporkan apabila menemukan hewan yang menunjukkan gejala mencurigakan, seperti agresif, perubahan perilaku, gangguan koordinasi gerak, atau mati mendadak setelah menggigit manusia.
“Warga yang menjadi korban gigitan hewan diduga rabies kami harapkan segera mendapatkan penanganan medis dan vaksin anti rabies (VAR) untuk mencegah risiko fatal akibat infeksi rabies,” pungkasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan