BALIEXPRESS. ID– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar terus memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui pendidikan keagamaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan bimbingan tatap muka kepada anak-anak pasraman dengan mengangkat materi “Pengendalian Diri melalui Ajaran Sad Ripu” yang dilaksanakan di Pasraman Bali Prawerti Nawasena, Desa Adat Belega, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Minggu (5/7).
Kegiatan pembinaan ini dipandu oleh Penyuluh Agama Hindu Ni Wayan Wintari bersama Gusti Ngurah Darma Putra. Melalui penyuluhan tersebut, para peserta diajak memahami nilai-nilai luhur ajaran Hindu sejak usia dini, khususnya mengenai pentingnya pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Ni Wayan Wintari, Senin (6/7) menjelaskan bahwa ajaran Sad Ripu mengajarkan manusia untuk mengenali dan mengendalikan enam musuh dalam diri, yaitu kama (nafsu), loba (keserakahan), krodha (amarah), moha (kebingungan), mada (kemabukan atau kesombongan), dan matsarya (iri hati). Pemahaman terhadap ajaran ini dinilai penting sebagai bekal bagi anak-anak dalam membangun karakter yang baik sejak dini.
“Kami berharap melalui pembinaan ini anak-anak mampu mengenali berbagai sifat negatif yang dapat menghambat perkembangan diri, kemudian belajar mengendalikan emosi, bersikap disiplin, jujur, saling menghormati, dan menerapkan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Materi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan sederhana, tetapi juga dikemas dalam bentuk permainan edukatif, sesi tanya jawab, serta kuis yang membuat anak-anak lebih mudah memahami konsep Sad Ripu dan penerapannya dalam kehidupan nyata.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Anak-anak aktif mengikuti setiap sesi, menjawab pertanyaan, dan berpartisipasi dalam berbagai permainan yang diberikan oleh para penyuluh.
Pengelola Pasraman Bali Prawerti Nawasena, Ni Luh Ketut Adriani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemenag Gianyar atas pelaksanaan kegiatan pembinaan tersebut. Menurutnya, penyuluhan keagamaan yang dikemas secara menarik sangat membantu anak-anak dalam memahami nilai-nilai spiritual dan moral.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga pembinaan keagamaan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga mampu memperkuat karakter, moral, dan spiritualitas anak-anak pasraman sebagai generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Gianyar menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda Hindu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, pengendalian diri yang baik, serta berlandaskan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.*