BALIEXPRESS.ID – Kabupaten Jembrana kembali ambil bagian dalam ajang Pesta Kesenian Bali XLVIII dengan mengirimkan 13 duta seni yang akan tampil pada berbagai kategori parade (Utsawa), lomba (Wimbakara), hingga pergelaran (Rekasadana).
Seluruh rangkaian penampilan berlangsung mulai 13 Juni hingga 8 Juli 2026 di Taman Budaya Provinsi Bali.
Keikutsertaan Jembrana diawali dengan mengikuti Pembukaan dan Pelepasan Peed Aya (Pawai) PKB pada Sabtu (13/6/2026) di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala, Denpasar.
Baca Juga: Tiga Proyek Bangli Senilai Rp57 Miliar Belum Jalan, PUPR Optimis Rampung
Selanjutnya, duta-duta seni Jembrana akan tampil dalam berbagai agenda, mulai dari Parade Joged Bumbung Tradisi, Lomba Gender Wayang, Lomba Balaganjur Remaja, Parade Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali, Parade Gong Kebyar Anak-anak, Lomba Taman Penasar, Parade Gong Kebyar Wanita, Parade Palegongan Klasik Khas, Parade Gong Kebyar Dewasa, Pergelaran Jegog Mebarung, hingga Parade Drama Gong Tradisi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, A.A. Komang Sapta Negara, mengatakan keikutsertaan Jembrana pada PKB tahun ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan seni budaya daerah agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“PKB menjadi panggung yang sangat penting bagi para seniman Jembrana untuk menunjukkan kualitas, kreativitas, dan kekayaan seni budaya yang kita miliki. Kami berharap seluruh duta dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik Kabupaten Jembrana,” ujarnya.
Baca Juga: Ironis! Damkar Bangli Sering Evakuasi Satwa Liar, Tidak Punya Kendaraan Khusus
Menurutnya, para duta yang mewakili Jembrana merupakan hasil pembinaan sanggar dan sekaa seni dari berbagai kecamatan.
Mereka telah menjalani proses latihan dan seleksi sehingga diharapkan mampu tampil maksimal selama pelaksanaan PKB.
“Selain mengejar prestasi dalam cabang lomba, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita memperkenalkan identitas budaya Jembrana kepada masyarakat Bali maupun wisatawan yang menyaksikan PKB,” katanya.
Sapta Negara menambahkan, salah satu penampilan yang menjadi kebanggaan Jembrana adalah Jegog Mebarung, kesenian bambu khas Jembrana yang selalu menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap penyelenggaraan PKB.
“Jegog merupakan warisan budaya yang menjadi identitas Jembrana. Melalui PKB, kami ingin memperkuat eksistensinya sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda agar terus lestari,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir langsung menyaksikan pementasan Duta Jembrana di ajang Pesta Kesenian Bali XLVIII, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kualitas penampilan para seniman yang telah mengharumkan nama daerah.
“Penampilan para seniman sangat luar biasa, garapannya matang dan energinya kuat. Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen penuh untuk selalu hadir mendukung tumbuh kembangnya seni budaya sebagai identitas daerah,” ujar Bupati Kembang.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jembrana akan terus berada di garda terdepan dalam memberikan dukungan kepada para pelaku seni agar terus berkarya dan melestarikan budaya daerah.
“Pemerintah Kabupaten Jembrana akan selalu hadir memberikan dukungan terhadap tumbuh dan berkembangnya seni budaya sebagai identitas daerah. Semangat, dedikasi, dan kerja keras para seniman merupakan kekuatan utama yang menjaga warisan budaya Bali tetap hidup sekaligus mampu berkembang mengikuti dinamika zaman,” imbuhnya.
Kembang menegaskan keikutsertaan Duta Jembrana dalam PKB tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga momentum memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Jembrana kepada masyarakat Bali, wisatawan, serta generasi muda sebagai upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.
Adapun duta seni Jembrana yang tampil pada PKB XLVIII 2026 berasal dari berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Negara, Mendoyo, Melaya, dan Jembrana.
Mereka di antaranya Sekaa Joged Bumbung Klasik Stuti Dharma Khanti dari Desa Yehembang Kauh, Sanggar Candra Metu Desa Baluk, Sekaa Joged Bumbung Duta Suara Desa Manistutu, Sanggar Seni Krisna Candaka Abinawa Desa Nusasari, Sanggar Seni Kumara Widya Suara Kelurahan Tegalcangkring, Sanggar Seni Manik Asta Gina Desa Baluk, Sekaa Gong Kebyar Wanita Kusuma Sari Desa Candikusuma, Sanggar Seni Ghora Yowana Budaya Kelurahan Lelateng, Sekaa Gong Kebyar Widya Taruna Desa Pohsanten, Paguyuban Jegog Pring Agung, serta Sekaa Drama Gong Sanggraha Budaya Desa Yehkuning. (*)
Editor : I Made Mertawan