BALIEXPRESS.ID - Keluarga I Nyoman Cita masih merasakan duka yang mendalam setelah pria asal Desa Negari, Banjarangkan itu ditemukan tak bernyawa di Sungai Bubuh, Klungkung. Peristiwa itu pun membuat anaknya, Gede Rangga Winata mengalami trauma.
Rangga mengaku trauma setelah ayahnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran Sungai Bubuh.
Terlebih lagi orang pertama yang mencari pria yang akrab disapa Pak Man Colik itu adalah dirinya.
Baca Juga: Amor ing Acintya! Pemuda 19 Tahun Tewas Usai Motor Tabrak Bus Pariwisata di Jembrana
"Saya memang tidak suka mandi di sungai, sekarang bapak saya meninggal di sungai," ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Remaja yang kini duduk di bangku kelas 3 SMA itu mengaku menjadi orang pertama yang melihat sepeda motor ayahnya terparkir di pinggir sungai tersebut.
Setelah mendapat kabar ayahnya tak kunjung pulang, ia langsung diminta oleh sang ibu untuk mencari di sana.
"Saya langsung ke TKP bersama kakak dan adik saya. Di sana saya lihat sepeda motornya," tambahnya.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Pak Man Colik dikatakan sempat memberi pesan kepada Rangga untuk berolahraga.
Baca Juga: Fraksi DPRD Bali Kompak Pertanyakan SiLPA Rp712 Miliar dalam APBD 2025
"Terakhir ketemu sebelum hilang, tepatnya jam 10.00. Bapak saya sempat berpesan kepada saya untuk rajin gym karena libur badan saya dilihat semakin gemuk," kenangnya.
Dengan kepergian sang ayah untuk selama-lamanya, Rangga pun berharap pelaku pembunuhan ayahnya segera tertangkap. "Semoga bisa diungkap sebelum pengabenan," harapnya.
Untuk diketahui, Pak Man Colik ditemukan meninggal dunia di aliran sungai Bubuh, perbatasan antara Dusun Lepang Kawan, Desa Takmung dengan Desa Negari, Kamis (2/7/2026) pagi.
Ia pamit meninggalkan rumah, pada Rabu (1/7/2026) sore dengan tujuan akan berendam di sungai tersebut.
Saat ini jasad Pak Man Colik masih dititipkan di RSUD Klungkung sembari menunggu hari pengabenan. Pelaksanaan upacara itu direncanakan akan diselenggarakan pada 24 Juli 2026. (*)
Editor : I Made Mertawan