Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perempuan asal Jateng Dibunuh Kekasih WNA Singapura di Kos Denpasar, Jasad Dibiarkan Membusuk Tertimbun Boneka

I Gede Paramasutha • Kamis, 16 Juli 2026 | 09:35 WIB
Kapolresta Denpasar Kombespol Leonardo David Simatupang (jaket hitam) membeberkan penangkapan WNA Singapura yang tega habisi kekasihnya di Pedungan. (Bali Express/Istimewa)
Kapolresta Denpasar Kombespol Leonardo David Simatupang (jaket hitam) membeberkan penangkapan WNA Singapura yang tega habisi kekasihnya di Pedungan. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Masalah asmara membawa petaka bagi seorang perempuan muda berinisial AS, 26. Ia ditemukan tewas membusuk di sebuah kamar kos, Jalan Mekar II Blok A 12, Kavling 6, Banjar Pitik, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, pada Rabu (15/7) sekitar pukul 19.00 wita, lantaran diduga dibunuh oleh sang kekasih yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura berinisial MZ, 26.

Kapolresta Denpasar Kombespol Leonardo David Simatupang menerangkan terungkapnya kasus perempuan dibunuh kekasih WNA ini bermula ketika adik korban inisial RA datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengecek kondisi sang kakak. "Saksi RA berniat memeriksa karena HP kakaknya tidak aktif saat dihubungi," ujarnya, Kamis (16/7).

Setibanya di lokasi dan hendak membuka pintu gerbang, saksi mencium bau busuk yang sangat menyengat. RA lantas masuk dan membuka pintu kamar kos yang ditempati perempuan muda asal Tegal, Jawa Tengah (Jateng) itu. Anehnya, bau tersebut pun semakin menyengat.

Baca Juga: Kebutuhan Telur Ayam Bahagia Tinggi, Perumda Tabanan Perluas Kerja Sama ke Luar Daerah

Kala itu, RA sekilas sempat melihat bagian rambut dan badan kakaknya yang ditutupi boneka. Beberapa saat kemudian, MZ keluar dari kamar yang berada di sebelah kamar korban. Saksi langsung bertanya "Mana kakakku?" namun tidak dijawab.

Karena merasa curiga, RA kemudian memukul pelaku menggunakan helm yang dibawanya. Setelah itu MZ langsung pergi dengan mengendarai sepeda motor. Hingga akhirnya, sang adik mengatahui bahwa AS telah tewas dalam keadaan sudah membusuk di lantai kamar kos. Kasus ini pun dilaporkan ke pihak berwajib melalui call center 110.

Tim Gabungan dari Ditreskrimum Polda Bali, Satreskrim Polresta Denpasar, serta Unit Reskrim dan Intel Polsek Denpasar Selatan langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Temuan di TKP, jenasah AS berada di lantai dengan posisi tengadah, ditutupi/tertimbun boneka mainan dan karpet yang terlipat rapi. 

Baca Juga: Bali Collection Memperkuat Peran Sebagai Destinasi Gaya Hidup dan Budaya di Nusa Dua

"Kondisi jenasah korban sudah mengalami pembengkakan, pembusukan dan menimbulkan bau menyengat serta kulit ari sudah mengelupas, tidak ditemukan luka terbuka," bebernya. Jenazah AS lalu dievakuasi ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah (Sanglah) menggunakan Ambulance BPBD Kota Denpasar.

RA menerangkan kepada polisi bahwa dirinya mengetahui AS sebelumnya sudah pernah ribut sebanyak dua kali dengan pelaku, karena pacarnya itu ketahuan selingkuh. "Saksi bersama korban sama-sama bekerja di Bilyard di Jalam Nakula, Kuta dan saksi terakhir kali bertemu dengan kakaknya tersebut sekitar satu minggu yang lalu," tambahnya. 

Sementara itu, pengakuan mengejutkan datang dari perempuan berinisial DP. Ternyata, pelaku juga berpacaran dengan dirinya selama tiga hari setelah kenal di tempat kerjanya yaitu Bilyard Jalan Pura Demak, Denpasar Barat. Mirisnya lagi, perempuan ini sempat diajak menginap oleh MZ di TKP pada Sabtu (11/7) pukul 23.00 WITA.

"Saat diajak menginap oleh pelaku, saksi DP mencium bau yang tidak enak tapi saksi tidak bertanya itu bau apa," ucapnya. Kemudian pada Selasa (14/7) barulah DP sempat bertanya kepada pelaku terkait bau yang tercium tersebut. Akan tetapi pelaku malah merespon dengan kemarahan, dan mengatakan "Ngapain kamu tanya," sambil memukul tembok.

Berbekal keterangan saksi-saksi dan hasil Olah TKP, tim gabungan lantas mengejar MZ. Akhirnya, hanya berselang tiga jam setelah dilaporkan, pelaki dapat ditangkap di Jalan Bypass Ngurah Rai pada dini hari.

Dari pemeriksaan awal terhadap pelaku diketahui bahwa dirinya menganiaya sang kekasih hingga tak bernyawa dengan cara mencekiknya selama 15 menit. "Pelaku ini berpacaran dengan korban kurang lebih selama satu tahun, motif melakukan tindak pidana karena sakit hati karena masalah asmara," tutur Kombespol Leo.

Bobrok WNA tersebut semakin terbongkar, lantaran diketahui berada di Bali sejak 2025 menggunakan izin tinggal wisatawan dan sudah overstay selama satu tahun. Kini dirinya harus menjalani proses hukum di Mapolresta Denpasar. Lebih lanjut, akan dilakukan otopsi terhadap jasad AS pada Kamis (16/7) di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
kekasih dibunuh wna denpasar perempuan