BALIEXPRESS.ID– Pemerintah Kabupaten Buleleng terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai agama Hindu melalui pengembangan Widyalaya. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, S.H., saat menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Widyalaya (MPLW) di Yayasan Saraswati Singaraja, Rabu (15/7).
Dalam kesempatan tersebut, Gede Supriatna menyampaikan bahwa keberadaan Widyalaya di Kabupaten Buleleng merupakan buah dari perjuangan panjang pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang berlandaskan ajaran agama Hindu. Menurutnya, lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Widyalaya menjadi tonggak penting bagi pengembangan pendidikan berbasis keagamaan di Buleleng.
"Keberadaan Widyalaya ini merupakan hasil perjuangan Pemerintah Kabupaten Buleleng yang diwujudkan melalui Peraturan Daerah Widyalaya. Ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang berakar pada nilai-nilai agama Hindu sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Supriatna.
Ia menilai Widyalaya memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan spiritual yang kuat. Oleh karena itu, dirinya mengajak masyarakat, khususnya umat Hindu di Kabupaten Buleleng, agar menjadikan Widyalaya sebagai pilihan utama dalam memberikan pendidikan kepada putra-putrinya.
Baca Juga: AKPI Dorong Adopsi Hukum Kepailitan Lintas Negara Lewat Konferensi Internasional di Bali
Menurutnya, pendidikan karakter menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Arus globalisasi dan kemajuan teknologi membawa berbagai tantangan yang harus dihadapi generasi muda. Karena itu, pendidikan berbasis nilai agama diyakini mampu menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang berintegritas dan tetap berpegang teguh pada budaya serta ajaran leluhur.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberadaan Widyalaya. Mari jadikan Widyalaya sebagai pilihan pendidikan bagi anak-anak kita agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki landasan spiritual yang kuat," katanya.
Saat ini, Yayasan Saraswati Singaraja telah memulai penyelenggaraan pendidikan Widyalaya dengan jumlah peserta didik yang terus bertumbuh. Di lingkungan Utama Widyalaya Kejuruan Pariwisata Saraswati Singaraja atau SMK Pariwisata tercatat sebanyak 34 siswa. Sementara itu, Adi Widyalaya atau jenjang sekolah dasar memiliki 10 siswa, sedangkan Pratama Widyalaya atau taman kanak-kanak diikuti oleh 13 siswa.
Meski jumlah peserta didik masih relatif terbatas, Gede Supriatna optimistis perkembangan Widyalaya akan semakin meningkat seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap konsep pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, karakter, budaya, dan nilai-nilai agama Hindu.
"Kami melihat ini sebagai langkah awal yang sangat baik. Pemerintah tentu berharap jumlah peserta didik akan terus bertambah sehingga Widyalaya benar-benar menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan di Kabupaten Buleleng," ungkapnya.
Usai menghadiri kegiatan MPLW, Wakil Bupati Buleleng meninjau langsung kondisi lingkungan Yayasan Saraswati Singaraja. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan berbagai sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran di lingkungan Widyalaya.
Dalam kesempatan itu, ia berdialog dengan pengelola yayasan mengenai berbagai kebutuhan pengembangan fasilitas pendidikan. Menurutnya, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
"Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Widyalaya melalui kolaborasi bersama berbagai pihak. Kami ingin memastikan proses pendidikan dapat berjalan dengan baik sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas," jelasnya.
Lebih lanjut, Gede Supriatna menegaskan bahwa pengembangan Widyalaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, yayasan pendidikan, tokoh agama, hingga lembaga adat. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam membangun pendidikan Hindu yang berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan Widyalaya juga menjadi bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai budaya Bali yang diwariskan kepada generasi muda melalui proses pendidikan formal. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memperoleh kompetensi akademik, tetapi juga memahami jati diri, budaya, dan filosofi kehidupan yang menjadi warisan leluhur.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap keberadaan Widyalaya di Yayasan Saraswati Singaraja dapat menjadi contoh pengembangan pendidikan berbasis agama Hindu di daerah lainnya.
Dengan dukungan regulasi melalui Perda Widyalaya serta komitmen seluruh pemangku kepentingan, pendidikan yang mengedepankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual diyakini mampu mencetak generasi penerus yang siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya dan agama. (dik)
Editor : I Putu Mardika