BALIEXPRESS. ID – Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Mas, Kecamatan Ubud, mulai menghangat. Salah satu tokoh muda Desa Mas, I Kadek Dwi Mahendra Putra (KDM), resmi mendaftarkan diri sebagai calon Perbekel Desa Mas periode 2026–2032, Sabtu (18/7). Berkas pencalonannya dinyatakan lengkap oleh Panitia Pemilihan Perbekel Desa Mas.
Kedatangan KDM ke Kantor Desa Mas mendapat dukungan luas dari keluarga, prajuru banjar, pecalang, hingga Sekaa Teruna Banjar Batanancak. Suasana pendaftaran berlangsung penuh semangat sebagai simbol dukungan masyarakat terhadap figur muda yang dinilai mampu membawa perubahan bagi desa yang dikenal sebagai sentra seni dan budaya tersebut.
Usai menyerahkan berkas pendaftaran, KDM menegaskan bahwa keputusannya maju bukan semata keinginan pribadi. Langkah tersebut lahir dari aspirasi dan dorongan kuat masyarakat, tokoh adat, serta krama Banjar Batanancak yang sejak setahun terakhir menginginkan hadirnya energi baru dalam pemerintahan desa.
“Krama Banjar Batanancak sudah sepakat mengajukan titiang sebagai calon dalam Pemilihan Perbekel Desa Mas. Selain itu banyak tokoh masyarakat yang mendorong karena Desa Mas memerlukan energi baru, penataan yang lebih baik melalui konsep Tri Hita Karana, serta pelayanan yang semakin maksimal kepada masyarakat,” ujar putra kedua pensiunan Camat Ubud ini.
Meski berangkat dari dukungan Banjar Batanancak, KDM menegaskan dirinya ingin menjadi pemimpin bagi seluruh warga Desa Mas. Ia mengaku telah menjalin komunikasi dan menerima banyak masukan dari masyarakat di wilayah Desa Adat Mas, Nyuh Kuning, Pengosekan, hingga Abianseka. Dukungan tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk maju sebagai calon termuda di antara para kandidat yang mendaftar.
Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah “Hidup Mati Diurus”, sebuah konsep pelayanan administrasi terpadu yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sejak lahir hingga meninggal dunia. Melalui program ini, pemerintah desa akan aktif memfasilitasi pengurusan akta kelahiran, akta perkawinan, dan akta kematian secara lebih cepat dan mudah.
Baca Juga: Pendaki Gunung Agung Pingsan di Ketinggian 2.200 Mdpl, Tim SAR Bergerak
Menurut KDM, setiap kelahiran akan langsung difasilitasi penerbitan akta kelahiran melalui koordinasi dengan aparat desa dan keluarga. Sementara bagi pasangan yang menikah, akta perkawinan ditargetkan dapat diserahkan langsung pada hari pelaksanaan upacara pernikahan. Sedangkan untuk akta kematian, pemerintah desa akan bekerja sama dengan kelian adat dan bendesa adat guna mempercepat proses administrasi keluarga yang berduka.
“Perbekel tidak hanya hadir sebagai tri upasaksi saat pernikahan, tetapi juga membawa dan menyerahkan akta perkawinan pada hari yang sama. Ini bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain pelayanan administrasi, KDM juga menawarkan sejumlah program strategis di bidang pertanian, ekonomi, seni, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Di sektor pertanian, ia menggagas program “Satu Traktor Satu Subak” untuk membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sistem pertanian tradisional. Ia juga menyoroti pentingnya perawatan jaringan irigasi, perlindungan sumber mata air, serta penggunaan pupuk organik secara berkelanjutan.
Pada sektor ekonomi, KDM berencana membangun basis data terpadu pelaku UMKM, perajin, seniman, dan pelaku desa wisata sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sementara di bidang sosial kemasyarakatan, ia ingin menghidupkan kembali berbagai kegiatan desa yang selama ini dinilai kurang aktif, termasuk program-program pemberdayaan PKK dan generasi muda.
Dengan dukungan keluarga, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen desa, KDM optimistis mampu menghadirkan pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia berharap semangat regenerasi kepemimpinan dapat menjadi momentum bagi Desa Mas untuk terus berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakatnya. *
Sumber : adegrantika