Hobi Modifikasi Motor Kembali Menggeliat di Generasi Muda, Peserta WRC Modification Contest Lampaui Target

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:37 WIB
Para pemenang dalam ajang WRC Modification Contest, di Balai Banjar Tegalnarungan, Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Minggu (20/7). (ist)
Para pemenang dalam ajang WRC Modification Contest, di Balai Banjar Tegalnarungan, Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Minggu (20/7). (ist)

BALIEXPRESS.ID - Hobi modifikasi motor di kalangan generasi muda terus menggeliat.

Hal ini pun terbukti dengan pelaksanaan WRC Modification Contest yang digelar oleh Sekaa Teruna Girindra Putra, Banjar Tegalnarungan, Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Minggu (19/7).

Ajang yang digelar untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-53 pun melampaui target peserta yang ditentukan. 

Baca Juga: Tahun 2026 Kementerian ATR/BPN Kembali Peroleh Predikat WTP dari BPK RI

Ketua Sekaa Teruna Girindra Putra, I Gede Roni Presiliya Putra mengatakan, kontes modifikasi ini digelar dengan menggandeng komunitas SOB Bali.

Pelaksanananya kontes modifikasi pertama ini mampu melampaui target peserta yang ditentukan. 

“Untuk event kali ini karena kita baru terjun di event motor, awam, kita menargetkan cuma 100 peserta. Tapi karena antusias pemotor, pemodif sangat banyak, sampai saat inikami mendapat 165 peserta kontes,” ujar Roni.

Baca Juga: Menteri Nusron Laporkan Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2025 kepada Komisi II DPR RI

Dirinya yang juga Ketua Panitia WRC Modification Contest ini menyebutkan, dibuka dengan dia kelas open contest, yakni Lokal Badung, Rookies Vietnam, dan Racing Style Open.

Sementara itu ada juga kelas bebas yang dibuka untuk pemula dan peserta yang motornya tidak sesuai dengan tiga katagori yang dibuka.

“Total hadiah untuk juara pertama nika Rp 500 ribu, juara kedua Rp 350, juara ketiga Rp 300 ribu. Kemudian untun The King mendapatkan Rp 400 ribu. Untuk 15 pemenang The Best Ultimate menerima masing-masing Rp 200 ribu,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Koperasi Desa Merah Putih Jadi Mitra Penyaluran KUR dan Barang Bersubsidi

Dalam pelaksanaan event pertama ini, Roni pun mengaku, mengalami sejumlah tantangan.

Terutama kekhawatiran terhadap jumlah peserta yang tidak mencapai target.

Namun fakta di lapangan berkata berbeda, sehingga pihaknya berencana menggelar event serupa kembali. 

“Karena melihat antusias peserta sebanyak ini mungkin tahun depan kami dari ST Girinda Putra akan membuat event seperti ini lagi,” paparnya.

Sementara Dewan Juri WRC Modification Contest, I Dewa Gede Agus Umbara menyatakan, kontes modifikasi ini adalah kegiatan positif yang digelar oleh Sekaa Teruna Girindra Putra.

Dirinya pun mengapresiasi antusias peserta yang telah mengikuti ajang ini, apalagi kebanyakan dari mereka adalah generasi muda.

“Harapannya dengan adanya event seperti ini, ini bahkan berdampak kepada eh generasi muda ya. Khususnya kalangan kaum muda yang beranjak dewasa eh untuk mengurangi trek-trekan liar di jalan ya. Karena di era yang sekarang ini sangat riskan ya, rentan sekali dengan trek-trek liar, sehingga STT ini sangat inovatif ya untuk mengadakan sebuah kontes modifikasi, memamerkan sebuah karyanya eh dan sangat luar biasa,” ujar Ajik Umbara.

Dirinya pun menambahkan, dalam setiap kompetisi adalah hal yang biasa untuk berebut juara.

Untuk itu Ketua SOB ini juga berharap para kontestan tidak berkecil hati jika belum meraih juara.

“Untuk yang belum juara di event kali ini jangan berkecil hati, tetap berkarya dan tetap semangat, sehingga ke depannya bisa meraih poin yang sangat luar biasa,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
Sobangan modifikasi motor