Golfphoria 2026 Diikuti 312 Pegolf, Angkat Konsep Festival dan Ajukan Rekor Dunia

Rika Riyanti • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:20 WIB
TURNAMEN: Turnamen Golfphoria 2026 kembali digelar di Bali International Golf (BIG), Sabtu (25/7)
TURNAMEN: Turnamen Golfphoria 2026 kembali digelar di Bali International Golf (BIG), Sabtu (25/7)

 

BALIEXPRESS.ID – Turnamen Golfphoria 2026 kembali digelar di Bali International Golf (BIG), Sabtu (25/7), dengan melibatkan 312 peserta.

Ajang tahunan tersebut dikemas dengan konsep yang memadukan kompetisi olahraga dan hiburan, sekaligus menjadi bagian dari pengajuan rekor dunia ke Guinness World Records yang saat ini masih dalam proses verifikasi.

Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Reggae dengan nuansa yang lebih santai dibanding turnamen golf pada umumnya.

Baca Juga: Koster Apresiasi Desak Rita, Siap Dukung Wujudkan Cita-cita Jadi Dosen

Seluruh peserta berkesempatan merasakan pengalaman bermain secara virtual di Royal Portrush Dunluce Links, Irlandia Utara, salah satu lapangan golf yang dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai turnamen internasional.

Golfphoria 2026 berlangsung dalam dua sesi tee off, yakni pukul 08.00 Wita dan 13.30 Wita, kemudian ditutup dengan gala dinner pada malam harinya.

Ajang tersebut menjadi kelanjutan dari penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berhasil meraih Rekor MURI sebagai turnamen virtual golf dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia.

Baca Juga: Hadiri Pelantikan HIPKA Bali, De Gadjah Ajak Pengusaha Bali Beradaptasi Hadapi Perubahan Ekonomi Global, Fokus pada Inovasi dan Investasi

Tahun ini, penyelenggara meningkatkan target dengan mengajukan pencatatan ke Guinness World Records.

Selain memperebutkan gelar juara di berbagai kategori, panitia juga menyediakan penghargaan untuk longest drive, nearest to the pin, hingga Best Costume Award bagi peserta dengan busana terbaik saat gala dinner.

Presiden Direktur Bali International Golf, Sayyid Haekal, mengatakan Golfphoria dirancang untuk menghadirkan pengalaman golf yang lebih terbuka bagi masyarakat luas.

"Golfphoria lahir dari keyakinan bahwa golf itu untuk semua orang, bukan hanya kalangan tertentu. Kami sengaja mengemasnya seperti festival, ada musik, ada kompetisi, supaya siapa pun merasa punya tempat di lapangan ini," ujar Sayyid Haekal.

Menurutnya, semangat tersebut juga diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial Everyone Can Golf, Everyone Deserves a Chance yang memberikan pelatihan golf gratis bagi anak-anak panti asuhan di Denpasar berusia 6–10 tahun.

Program tersebut dilakukan secara berkelanjutan bersama pelatih profesional Bali International Golf, mulai dari pengenalan teknik dasar hingga pembinaan karakter.

Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Tegaskan Kegiatan Komunitas di Ruang Publik Wajib Taati Aturan

Anak-anak yang menunjukkan perkembangan dinilai berpeluang mengikuti pembinaan lanjutan dan kompetisi sesuai kelompok usianya.

"Bagi kami, Everyone Can Golf bukan sekadar tagline. Kami ingin menciptakan kesempatan yang nyata agar lebih banyak orang dapat mengenal golf, termasuk anak-anak yang sebelumnya mungkin tidak memiliki akses terhadap olahraga ini," ujarnya.

Golfphoria 2026 juga menjadi bagian dari pengembangan Bali International Golf sebagai pusat kegiatan olahraga.

Baca Juga: Meriahkan Hari Anak Nasional, Astra Motor Bali Bagikan Helm Anak di SDN 3 Sibang Gede

Pengelola tengah mengembangkan berbagai fasilitas pendukung, seperti arena biliar, lapangan padel, hingga lintasan lari, guna memperkuat posisi Bali dalam sektor sport tourism.

Sebanyak 47 sponsor dan mitra turut mendukung penyelenggaraan turnamen tahun ini.

Salah satunya Juara Holding Group yang kembali menjadi sponsor utama untuk tahun kedua berturut-turut.

 

Founder Juara Holding Group, Agung Afif, mengatakan kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperkuat ekosistem sport tourism di Bali melalui sinergi antarpelaku industri.

"Kami hadir di Golfphoria bukan untuk menjadi panggung, tapi menjadi jembatan. Bali International Golf sudah membangun rumahnya dengan luar biasa, tugas kami sebagai mitra adalah memastikan setiap tamu pulang membawa lebih dari kemenangan: relasi baru, peluang baru, dan alasan untuk kembali. Sport tourism Bali akan besar bila semua pelakunya saling melengkapi, dan Juara Holding Group ada untuk melengkapi, bukan bersaing," ujar Agung Afif.

Wujud sinergi itu hadir melalui dua lini pariwisata premium di bawah Juara Holding Group: Komodo Luxury, operator pelayaran phinisi mewah di Taman Nasional Komodo, dan Bali Premium Trip, penyedia pengalaman wisata premium selama di Bali.

Baca Juga: Aset Kendaraan Dinas Terbengkalai di Bangli, Anggota Dewan: Lebih Baik Dilelang

Lewat keduanya, kemenangan di Golfphoria berlanjut menjadi pelayaran ke Indonesia Timur, perpaduan golf dan luxury travel yang menjadikan Golfphoria model baru golf tourism Indonesia: bermain di Bali, berlayar ke timur.

Melalui kolaborasi tersebut, penyelenggara juga menghubungkan kegiatan olahraga dengan paket wisata premium di Bali maupun Indonesia Timur sebagai bagian dari pengembangan konsep wisata olahraga di kawasan tersebut.(ika)

Editor : Rika Riyanti
golfphoria bali golf turnamen bali international golf