BALIEXPRESS.ID - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung telah menyelesaikan pengangkutan sampah kiriman di sejumlah pantai.
Dari proses pembersihan pada Oktober 2025 hingga Juli 2026, sampah yang berhasil diangkut mencapai 9.028 ton.
Atas sejumlah upaya tersebut, pantai di kawasan barat Kabupaten Badung kini dipastikan bersih dari sampah kiriman.
Baca Juga: Siswa SDN 4 Pupuan Diajak Terapkan Ekoteologi Lewat Penanaman Bunga dan Sayuran
Kepala DLHK Badung, Made Rai Warastuthi mengatakan, penanganan sampah laut dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan personel, alat berat, serta dukungan dari TNI.
Langkah tersebut dilakukan agar sampah kiriman tidak menumpuk terlalu lama dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun sektor pariwisata.
"Seluruh sampah kiriman yang masuk ke pantai-pantai Badung berhasil kami evakuasi. Penanganan dilakukan setiap hari sesuai kondisi di lapangan sehingga kawasan pesisir tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan," ujar Rai Warastuthi, Rabu (29/7).
Baca Juga: Polsek Gianyar Intensifkan Patroli Jam Rawan
Pihaknya menyebutkan, dalam operasi pembersihan tersebut melibatkan 556 personel dan mendapat dukungan 150 personel TNI.
Penanganan juga diperkuat dengan lima unit loader milik dinas, dua unit beach cleaner, satu unit crawler carrier, enam unit loader sewa, serta satu unit excavator sewa.
“Sampah - sampah yang kami tangani ini dari sejumlah STO yang tersebar di sepanjang pantai pesisir barat. Saat ini semuanya sudah bersih dan clear,” ungkapnya.
Baca Juga: Polsek Sukawati dan Pecalang Sidak Duktang di Desa Guwang
Berdasarkan data yang tercatat, sampah kiriman tertinggi terjadi pada Februari 2026 yang mencapai 1.726 ton, disusul Juli 2026 sebanyak 1.724 ton, serta Maret 2026 sebanyak 1.676 ton.
Tingginya volume sampah yang evakuasi pada periode tersebut dipengaruhi musim angin barat yang membawa sampah kiriman ke sepanjang pesisir Badung.
Pantai Kedonganan pun menjadi lokasi dengan volume pengangkutan sampah terbanyak, yakni 3.842 ton.
Kemudian sampah kiriman terbanyak ada juga di Pantai Kuta sebanyak 2.514 ton, Pantai Jimbaran 1.326 ton, Pantai Jerman 794 ton, Pantai Kelan 164 ton, Pantai Batu Belig–Petitenget 146 ton, Pantai Double Six Seminyak 116 ton, Pantai Legian 90 ton, Pantai Cemagi–Seseh 20 ton, dan Pantai Batu Bolong–Perancak 16 ton.
"Rekapitulasi ini semuanya pengangkutan yang dilakukan tim kami," ucapnya.
Lebih lanjut Rai Warastuthi menegaskan, keberhasilan mengevakuasi seluruh sampah laut merupakan hasil kerja sama lintas instansi yang dilakukan secara berkesinambungan.
Baginya, kebersihan pantai menjadi prioritas karena kawasan pesisir Badung merupakan wajah utama pariwisata Bali.
"Kami memastikan kesiapsiagaan petugas akan terus dipertahankan, terutama saat memasuki musim sampah laut, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tidak sampai mengganggu aktivitas wisata maupun kehidupan masyarakat pesisir," tegasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga