Tingkatkan Keamanan, Desa Tibubeneng Pasang 69 CCTV

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 08:15 WIB
Perbekel Tibubeneng, I Made Kamajaya. (Resa Kertawedangga/Bali Express)
Perbekel Tibubeneng, I Made Kamajaya. (Resa Kertawedangga/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, kini memperkuat sistem keamanan kawasan wisata dengan memasang 69 unit kamera pengawas (CCTV) di 28 titik strategis.

Program yang didanai melalui anggaran desa tersebut ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026.

Setelah seluruhnya siap nantinya akan terhubung dengan sistem pemantauan milik Polres Badung.

Baca Juga: Dukung Penerapan e-Kinerja, ASN Badung Minta Target Poin Disesuaikan Jabatan

Perbekel Tibubeneng, I Made Kamajaya mengatakan, pemasangan CCTV menjadi salah satu langkah pemerintah desa dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban kawasan.

Pengawasan berbasis teknologi ini melengkapi sinergi yang selama ini telah dibangun bersama unsur keamanan di lapangan.

"Sebagai desa pariwisata, faktor keamanan dan ketertiban menjadi perhatian utama. Selama ini kami sudah berkolaborasi dengan Linmas, Pecalang, petugas keamanan usaha, kepolisian, hingga TNI. Sekarang kami maksimalkan lagi dengan dukungan teknologi melalui pemasangan CCTV," ujar Kamajaya, Selasa (4/8).

Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Dampingi Gubernur Bali, Jajaki Obligasi Daerah ke Pemprov DKI Jakarta

Pihaknya menyebutkan, sebanyak 69 kamera dipasang di 28 lokasi yang dinilai memiliki tingkat aktivitas tinggi maupun berpotensi rawan.

Titik pemasangan meliputi persimpangan jalan, akses menuju pantai, kawasan dengan mobilitas yang padat, hingga area di sekitar tempat hiburan malam.

"Semua sudah mulai dipasang sejak Maret lalu. Sekarang tinggal tahap merapikan jaringan dan menghubungkan seluruh kamera ke server. Targetnya akhir Agustus ini sistem sudah bisa dipantau," ungkapnya.

Baca Juga: Komisi I DPRD Bali Tinjau Bea Cukai Ngurah Rai, Soroti Transparansi Pengelolaan Barang Sitaan

Kamajaya menerangkan, keberadaan CCTV diharapkan dapat membantu memantau aktivitas di berbagai titik strategis sekaligus mempermudah proses penelusuran apabila terjadi tindak kriminal atau gangguan keamanan lainnya.

Di samping memanfaatkan teknologi pengawasan, Pemerintah Desa Tibubeneng tetap mengoptimalkan patroli rutin di lapangan.

"Linmas desa diterjunkan setiap hari dalam tiga sif untuk berkeliling wilayah, membantu kepolisian menjaga keamanan sekaligus ikut mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan," paparnya.

Kamajaya menegaskan, program pemasangan CCTV tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Desa Tibubeneng dan berbeda dengan program serupa yang dijalankan Pemkab Badung.

Seluruh pembiayaan pun berasal dari anggaran desa, sementara pusat pengendalian atau server ditempatkan di kantor desa.

Meski demikian, sistem pemantauan akan diintegrasikan dengan Polres Badung sehingga aparat kepolisian dapat mengakses rekaman apabila diperlukan dalam proses penanganan suatu kasus.

"Program ini bersinergi dengan Polres Badung. Server-nya ada di desa, tetapi juga terhubung ke Polres sehingga koordinasi penanganan keamanan bisa lebih cepat," ujar Kamajaya.

Melalui penerapan sistem pengawasan berbasis CCTV ini, Desa Tibubeneng akan ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) penguatan keamanan berbasis teknologi di tingkat desa.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun wisatawan yang beraktivitas di kawasan Tibubeneng.

"Progam kami ini juga menjadi pilot project keamanan. Semoga ini akan mengurangi tindak kriminalitas ke depannya," imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
cctv keamanan tibubeneng