BALIEXPRESS.ID – Pemerintah Provinsi Bali menargetkan pembangunan zona inti Kawasan Pusat Kebudayaan Bali mulai dikerjakan pada akhir 2026.
Proses tender ditargetkan berlangsung sekitar Desember tahun 2026, kemudian dilanjutkan dengan konstruksi yang ditargetkan rampung pada Desember 2027.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pembangunan kawasan tersebut menjadi salah satu proyek yang akan mulai direalisasikan pada tahun depan.
Selain pembangunan zona inti, Pemprov Bali juga akan menyiapkan kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan kawasan komersial.
Baca Juga: Rancang Pembangunan Trem, Pemkab Badung Siapkan Lahan Tahun 2027
"Doakan supaya mulai tahun depan itu kawasan Pusat Kebudayaan Bali dibangun. Zona intinya mulai ditender akhir tahun ini, kira-kira Desember mulai konstruksi zona inti, selesai Desember 2027," kata Koster saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan dan Pelantikan DPD GPEI Bali periode 2026-2031 di The Keranjang Bali, Kamis (7/8)
Ia menjelaskan, pada kawasan komersial nantinya akan dibangun berbagai fasilitas pendukung, termasuk Bali Expo yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan ekspor.
"Mulai kita akan memproses kerja sama dengan pihak ketiga untuk wilayah zona komersial, di situ akan dibangun fasilitas, termasuk di antaranya adalah Bali Expo. Jadi kita berkeinginan agar Bali ini menjadi hub ekspor," ujarnya.
Menurut Koster, Bali sejatinya telah menjadi pintu ekspor berbagai komoditas dari sejumlah daerah di Indonesia, meski belum dikelola secara optimal.
"Mengapa perlu dijadikan hub ekspor? Karena faktanya sekarang ini dia (Bali) menjadi hub, sudah jadi hub. Cuman kita belum kelolakan. Ada dari NTB masuk sini ekspor. Ada dari Jawa Tengah masuk sini ekspor. Ada dari Makassar masuk sini ekspor. Ada dari Papua masuk sini ekspor. Diam-diam. Kalau ini dipolakan kan bagus dia," katanya.
Ia menilai Bali dipilih sebagai pintu ekspor karena memiliki reputasi yang kuat di pasar internasional.
"Mengapa dia ekspornya melalui pintu Bali? Karena nama Bali ini terkenal dan standar mutunya dipertanggungjawabkan. Kalau sudah sertifikat ekspor dari sini itu laku. Itu yang membuat pintu ekspor Bali ini menjadi betul-betul bisa diterima oleh pasar dunia. Ini yang harus kita jaga sama-sama," ucap Koster.
Dalam kesempatan tersebut, Koster juga mengajak kalangan dunia usaha, GPEI termasuk HIPMI dan KADIN, untuk bersama-sama memperkuat kinerja ekspor Bali, terutama setelah adanya penurunan nilai ekspor pada tahun ini.
Baca Juga: PCX Bikers Playland Astra Motor Ajak Touring Bapak dan Anak Bersama Honda PCX 160
"Jadi kita duduk nanti memikirkan ini supaya lebih tinggi. Tadi kan Pak Sekjen menyampaikan tahun ini ekspornya turun 2 persen ya."
Meski demikian, Koster meminta agar pelaku usaha tidak pesimistis.
Ia menyebut kondisi ekonomi Bali mulai menunjukkan tren positif sejak Mei 2026.
"Pasti ini gara-gara awalnya situasi politik di Timur Tengah. Tapi saya perlu menyampaikan supaya tidak ada pesimisme. Saya perlu menyampaikan saat ini mulai Mei pergerakan ekonomi Bali ini positif," katanya.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Penglipuran Tutup Sehari untuk Kunjungan Wisata
Koster mengungkapkan jumlah wisatawan mancanegara telah meningkat dibandingkan tahun 2025, meski kunjungan wisatawan domestik mengalami penurunan sekitar 11 persen akibat kenaikan harga tiket perjalanan.
"Jumlah wisatawan asingnya sekarang ini sudah tumbuh naik dari tahun 2025. Wisatawan domestiknya turun. Turun 11 persen wisatawan domestiknya, karena harga tiketnya naik,” ungkapnya.
Namun, menurutnya, penurunan jumlah wisatawan domestik tidak berdampak negatif terhadap kinerja sektor pariwisata.
Berdasarkan data yang dipantau melalui dashboard pemerintah, tingkat okupansi hotel dan penerimaan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) justru mengalami peningkatan.
"Tapi meskipun jumlah wisatawannya turun, nah ini catat nih. Tingkat kunjungan hotelnya naik. Yang kedua pajak hotel restorannya naik. Saya punya dashboard. Tiap hari saya cek. Sampai 31 Juli 2026 PHR-nya Bali, kabupaten/kota se-Bali naik Rp300 miliar dibandingkan dengan 2025 pada semester yang sama," ujar Koster.(***)
Editor : Rika Riyanti