Prefabrikasi Mulai Dilirik untuk Menjawab Kebutuhan Pembangunan Hospitality di Bali

Rika Riyanti • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:38 WIB
HOSPITALITY: TenuNYamaN yang hadir dalam JIA Curated 2026 pada 13–17 Agustus 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali
HOSPITALITY: TenuNYamaN yang hadir dalam JIA Curated 2026 pada 13–17 Agustus 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali

 

BALIEXPRESS.ID - Bali sebagai salah satu destinasi hospitality premium terus menghadapi tuntutan pembangunan yang tidak hanya mengutamakan desain, tetapi juga kualitas, kepastian waktu pengerjaan dan pengendalian biaya.

Kondisi tersebut mendorong munculnya alternatif metode konstruksi, salah satunya melalui sistem prefabrikasi.

Pendekatan ini memungkinkan sebagian komponen bangunan dikerjakan terlebih dahulu di luar lokasi proyek atau melalui proses fabrikasi di pabrik, sebelum kemudian dirakit di lokasi.

Selain berpotensi mempercepat proses pembangunan, metode tersebut dikembangkan untuk membuat pengerjaan lebih terukur dan menjaga konsistensi kualitas.

Baca Juga: 55 Pejabat di Pemkab Tabanan Dilantik, Bupati Tekankan Profesionalisme

Salah satu contoh penerapannya ditampilkan melalui TenuNYamaN yang hadir dalam JIA Curated 2026 pada 13–17 Agustus 2026 di Pantai Pengembak, Sanur, Bali.

Bangunan tersebut merupakan bagian dari pengembangan ViroFab Pre-Fabricated Building System yang sebelumnya diperkenalkan melalui ARCH 2026.

TenuNYamaN dihadirkan dalam bentuk bangunan utuh yang dapat dimasuki dan dirasakan langsung oleh pengunjung.

Melalui konsep tersebut, sistem prefabrikasi diperlihatkan tidak hanya dari sisi proses konstruksi, tetapi juga dari hasil akhir berupa ruang yang memadukan arsitektur, interior, material, pencahayaan dan lanskap.

Seluruh panel, mulai dari struktur, dinding hingga elemen anyaman, dibuat melalui proses fabrikasi di pabrik sebelum dirakit di lokasi.

Dengan metode tersebut, pembangunan TenuNYamaN disebut dapat diselesaikan dalam waktu sedikit lebih dari satu minggu.

Johan Yang, Executive Vice President PT Polymindo Permata mengatakan, kehadiran TenuNYamaN di JIA Curated 2026 menjadi tonggak penting karena ViroFab kini membawa sistemnya dari tahap proof of concept menuju solusi yang siap diterapkan pada proyek nyata.

“Setelah membuktikan sistem melalui TenuNYamaN di ARCH, fokus kami kini bukan lagi sekadar menunjukkan bahwa prefabrikasi dapat bekerja. Kami ingin memperlihatkan bahwa ViroFab sudah menjadi solusi yang siap diterapkan untuk proyek luxury hospitality dan premium residential, dengan kepastian kualitas, waktu dan biaya tanpa mengurangi kebebasan desain arsitektur,” ujar Johan Yang.

Menurut rilis tersebut, kebutuhan terhadap kepastian proses menjadi salah satu alasan pengembangan sistem prefabrikasi untuk segmen hospitality dan hunian premium.

Baca Juga: 29 Pasang Peserta Adu Cepat di Sungai Perancak, Lomba Sampan Jadi Magnet HUT Kota Negara

Pembangunan dengan metode konvensional dapat menghadapi sejumlah kendala, mulai dari faktor cuaca, logistik hingga keterbatasan tenaga kerja yang berpotensi memengaruhi jadwal proyek.

Selain persoalan waktu, pengendalian biaya juga menjadi perhatian.

Ketidakpastian selama proses pembangunan dapat meningkatkan biaya proyek dan berdampak terhadap perhitungan pengembang.

Di sisi lain, proyek dengan standar premium juga dituntut mempertahankan kualitas pengerjaan secara konsisten.

Baca Juga: Lima Instansi dan 1 Perusda Belum Maksimal Beri Pelayanan di MPP Bangli, Ini Daftarnya!

Melalui proses off-site fabrication, pekerjaan dapat dilakukan secara lebih terkontrol dan sejumlah tahapan dapat berlangsung secara paralel.

Pendekatan tersebut juga ditujukan untuk membantu membuat perencanaan biaya lebih terukur sejak tahap awal serta mengurangi risiko keterlambatan dan perbedaan kualitas pengerjaan di lapangan.

Masuknya prefabrikasi ke segmen luxury hospitality juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama bagaimana mengejar efisiensi tanpa menghilangkan karakter arsitektur.

ViroFab mengembangkan sistemnya dengan sejumlah pendekatan, antara lain kualitas fabrikasi yang terkontrol, pengerjaan dengan timeline yang lebih terukur, perencanaan anggaran, fleksibilitas desain, ketahanan terhadap kondisi iklim tropis dan kebutuhan perawatan yang lebih rendah.

Dalam konsep tersebut, sistem prefabrikasi tidak ditempatkan sebagai metode yang membatasi kreativitas arsitek.

Solusi konstruksi tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing proyek.

Baca Juga: Kebakaran Sepeda Motor di Dekat SPBU TMP Negara, Sempat Terdengar Ledakan

Pendekatan itu terlihat pada TenuNYamaN yang mengusung filosofi “We do not build against nature. We weave within it.”

Konsep tersebut menempatkan bangunan sebagai bagian dari lingkungan tropis, dengan material, pencahayaan, vegetasi, proporsi ruang dan pengalaman pengguna dirancang sebagai satu kesatuan.

Kondisi Bali yang memiliki karakter iklim tropis dan industri hospitality yang kuat menjadi salah satu konteks yang dinilai sesuai untuk pengembangan sistem tersebut.

ViroFab menyebut sistemnya ditujukan untuk kebutuhan seperti luxury villas, boutique resorts, wellness retreats, island developments, beachfront hospitality hingga premium residential.

Baca Juga: DPRD Klungkung Kawal Relokasi SMPN 4 Semarapura, Siap Bawa Aspirasi ke Gubernur Bali

TenuNYamaN juga dirancang bukan sekadar untuk memperlihatkan komponen konstruksi, tetapi sebagai living showcase yang memungkinkan pengunjung merasakan ruang secara langsung.

Pengalaman tersebut dibentuk melalui integrasi arsitektur, interior, furnitur, pencahayaan, lanskap, material hingga fragrance.

Dengan demikian, berbagai elemen tidak ditampilkan secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari satu pengalaman ruang.

Menurut Johan Yang, pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama TenuNYamaN sebagai living showcase.

“Kami ingin pengunjung tidak hanya melihat bagaimana sebuah bangunan dibuat, tetapi juga merasakan bagaimana teknologi, desain, material, pencahayaan, lanskap dan berbagai elemen lainnya dapat bekerja bersama menciptakan pengalaman ruang. Itulah mengapa TenuNYamaN kami hadirkan sebagai living showcase, bukan sekadar booth pameran,” jelas Johan Yang.

Konsep tersebut juga melibatkan kolaborasi sejumlah pelaku industri.

Baca Juga: Driver Maxim Tak Tertolong, Motor Terjun ke Jurang 12 Meter di Kintamani

VIRO dan Häfele Indonesia menjadi lead collaboration, sementara HUBU, ROCA, QUADRA, ROMAN, MONOLIT, RZB, VANIA, GOODVIBES, ASTA, ARCSTONE, TEKA dan INLITE terlibat dalam berbagai elemen, mulai dari tanaman, sanitary, top table, bathroom tiles, outdoor grill, pencahayaan, curtain, fragrance, aluminium door and window, foundation, flooring hingga light switch dan socket.

Johan Yang menilai kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam pengembangan proyek premium.

“TenuNYamaN memperlihatkan bahwa sebuah proyek premium membutuhkan lebih dari sekadar satu teknologi atau satu produk. Dibutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan manufaktur, desain, material, teknologi dan craftsmanship. Kolaborasi inilah yang memungkinkan setiap elemen hadir dalam satu pengalaman ruang yang utuh,” ujar Johan Yang.

Bagi ViroFab, penggunaan prefabrikasi tidak semata-mata diarahkan untuk memangkas waktu pembangunan.

Baca Juga: Sesi Pemanasan Rip Curl Cup Jadi Pembukaan Seru Jelang Main Event

Sistem tersebut juga dikembangkan untuk menghadirkan proses yang lebih terukur dari sisi kualitas, jadwal dan anggaran.

“Dengan proses fabrikasi yang dilakukan secara lebih terkontrol, pendekatan ini diharapkan dapat memberikan kepastian lebih baik bagi pengembang tanpa harus mengorbankan fleksibilitas desain yang menjadi bagian penting dalam proyek hospitality premium.”

“Kami percaya masa depan konstruksi bukan hanya tentang membangun lebih cepat, tetapi membangun dengan lebih pasti. Pada akhirnya, kami tidak menjual prefab semata. Kami menghadirkan certainty for luxury development,” tegas Johan Yang.

Untuk mendukung penggunaan jangka panjang, ViroFab menyediakan garansi standar dua tahun untuk cacat manufaktur dan struktural, dengan opsi Extended Warranty hingga 10 tahun melalui service contract.

Kehadiran TenuNYamaN di JIA Curated 2026 pada akhirnya menjadi bagian dari perkembangan ViroFab dari tahap pembuktian konsep menuju penerapan yang lebih luas.

Melalui sistem prefabrikasi, pendekatan yang ditawarkan berupaya mempertemukan efisiensi proses konstruksi dengan kebutuhan desain, kualitas dan karakter arsitektur yang menjadi tuntutan proyek hospitality premium di kawasan tropis.(ika)

Editor : Rika Riyanti
hospitality pantai pengembak TenuNYamaN bali