BTID dan Bamboomedia Perkenalkan AI ClassOS kepada Guru Desa Serangan, Dorong Pembelajaran Inovatif di UID Bali Campus

Ninuk Febriani • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:38 WIB

BTID dan Bamboomedia Perkenalkan AI ClassOS kepada Guru Desa Serangan, Dorong Pembelajaran Inovatif di UID Bali Campus

BTID dan Bamboomedia Perkenalkan AI ClassOS kepada Guru Desa Serangan, Dorong Pembelajaran Inovatif di UID Bali Campus

 

BALIEXPRESS.ID – PT Bali Turtle Island Development (BTID), selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, bersama Bamboomedia menggelar pengenalan dan pelatihan Artificial Intelligence Class Operating System (AI ClassOS) bagi para guru di Serangan.

Bertempat di UID Bali Campus, kegiatan ini dirancang secara khusus untuk memberikan pendalaman mengenai pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) di sektor pendidikan kepada para perwakilan guru dari Serangan yakni: SD Negeri 2, SD Negeri 3, SMP Negeri 11, serta Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali.

Pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk membekali peserta dengan keterampilan untuk mengaplikasikan kecerdasan buatan dalam mengajar, tetapi juga mendorong para guru untuk meneruskan pengetahuan ini ke rekan-rekan guru lain di sekolah masing-masing.

Baca Juga: Pastikan Listrik Andal Jelang Kemerdekaan, PLN Sukses Gelar Pemeliharaan TL Bay Amlapura 2 di GI 150kV Gianyar

Rangkaian acara diawali dengan pengenalan AI dalam dunia pendidikan, serta pengenalan AI ClassOS sebagai sistem operasi kelas berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan Bamboomedia. Peserta juga mengikuti sesi hands-on practice untuk mencoba langsung AI Teacher Assistant dan menyusun materi pembelajaran, sebelum sesi diskusi dan penyampaian rencana tindak lanjut program.

AI ClassOS sendiri dikembangkan Bamboomedia untuk membantu tenaga pendidik menyusun dan menyampaikan materi ajar dengan standar konten yang setara, baik di kota besar maupun di wilayah pinggiran.

Direktur Utama PT Bamboomedia Cipta Persada, Putu Sudiarta, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk menjawab kesenjangan kualitas pengajaran di berbagai daerah di Indonesia.

Ist
Ist

 

"Salah satu kendala di Indonesia itu distribusi geografisnya tersebar, sekolah-sekolah kita sangat variatif dari kota besar sampai ke pelosok. Dengan adanya AI ClassOS, sekarang guru punya AI yang menemani mengajar dengan konten-konten premium yang standarnya sama, dari kota sampai ke desa," ujar Putu.

Putu melanjutkan bahwa inovasi AI ini dirancang oleh talenta lokal Bali untuk menciptakan lompatan besar dalam dunia edukasi.

"Classroom Operating System ini adalah inovasi AI yang dikembangkan menggunakan teknologi terkini. Jadi inovasi tidak harus selalu datang dari kota besar, tapi bisa juga datang dari daerah dengan spirit yang sama."

Ia juga menambahkan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin.

"Kura-Kura Bali dan UID Bali Campus membawa semangat kolaborasi, sustainability, dan leadership. Saya yakin dengan semangat yang sama, akan banyak inovator baru dan talenta luar biasa dari seluruh Indonesia yang starting-nya bermula dari UID dan Kura-Kura Bali," tambahnya.

Antusiasme yang besar juga ditunjukkan oleh para peserta, yang merasakan langsung manfaat dan kemudahan dari materi tersebut.

Baca Juga: Harmoni Listrik dan Alam: PLN Penuhi Kewajiban Pinjam Pakai Kawasan Hutan di Hutan Lindung Tiga Kabupaten Bali untuk Kinerja terbaik

Saras, perwakilan guru dari SMP Negeri 11 Serangan menjelaskan, "Informasi yang diberikan sangat menarik dan langsung pada intinya. Penjelasan materinya terangkum dengan baik. Ini tidak hanya berguna untuk siswa di sekolah, tetapi saya juga bisa langsung mengaplikasikan pelajaran ini untuk menjawab pertanyaan anak saya sendiri di rumah."

Manfaat teknologi ini rupanya juga relevan untuk ranah pendidikan inklusif.

Ulan, perwakilan dari Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali yang turut hadir menyatakan, "Pelatihan hari ini luar biasa karena banyak materi baru yang saya terima. Di yayasan, kami mengajar anak-anak disabilitas fisik, sehingga inovasi AI ini bisa menjadi terobosan baru yang sangat potensial untuk kami terapkan dalam metode pengajaran di yayasan," ungkap Ulan.

Baca Juga: Lautan Obor di Tegallalang, Semangat Kemerdekaan dan Budaya Bali Menyala

Mewakili semangat perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat, Kepala Departemen Komunikasi BTID, Zefri Alfaruqy menyampaikan pandangannya.

"Kami percaya bahwa kekuatan terbesar untuk mengubah masa depan ada di tangan para guru. Membantu mengenalkan teknologi AI ke ruang-ruang kelas di Serangan adalah bentuk upaya kami agar tidak ada satu pun anak yang tertinggal oleh kemajuan zaman. Kami ingin setiap guru di sini merasa didukung penuh dalam perjuangan mereka mencetak generasi penerus Serangan yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing."

Melalui kolaborasi strategis ini, BTID, Bamboomedia, dan UID Bali Campus berharap inisiatif "AI Class OS" di Serangan dapat menjadi langkah awal (piloting) dalam menjembatani kesenjangan akses edukasi serta semakin siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.

Editor : Iqbal Kurnia
AI ClassOS bali serangan btid