Prudential Bayarkan Klaim Rp20,9 Triliun, Tegaskan Pentingnya Perlindungan Kesehatan

Rika Riyanti • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:36 WIB
Ilustrasi Covid-19 (Antara)
Ilustrasi Sakit

 

BALI EXPRESS — Pembayaran klaim menjadi salah satu bagian penting dalam manfaat perlindungan asuransi, terutama ketika nasabah menghadapi risiko kesehatan maupun kondisi lain yang tidak dapat diprediksi.

Sepanjang 2025 hingga kuartal I 2026, Prudential Indonesia dan Prudential Syariah mencatatkan pembayaran klaim dan manfaat triliunan rupiah kepada ratusan ribu penerima manfaat.

Prudential Indonesia mencatat pembayaran total klaim dan manfaat sebesar Rp16 triliun sepanjang 2025 kepada 332.122 penerima manfaat.

Sementara itu, Prudential Syariah menyalurkan Rp2,2 triliun klaim kepada 68.922 penerima manfaat pada periode yang sama.

Baca Juga: Pansus DPRD Badung Serap Aspirasi Ranperda Perlindungan Seni dan Budaya

Pembayaran tersebut berlanjut pada kuartal I 2026. Prudential Indonesia membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp4,4 triliun kepada 161.194 penerima manfaat.

Adapun Prudential Syariah menyalurkan Rp529 miliar kepada lebih dari 21 ribu penerima manfaat.

Salah satu pengalaman pemanfaatan perlindungan tersebut datang dari Judith T., 44 tahun, nasabah Prudential Indonesia asal Jakarta.

Setelah sempat menghentikan polis yang dimilikinya, Judith kembali menjadi nasabah pada awal 2024 karena semakin menyadari bahwa kondisi kesehatan sulit diprediksi.

Keputusan mempertahankan perlindungan tersebut kemudian menjadi penting ketika Judith didiagnosis kanker pada akhir 2025.

Ia mengaku merasakan manfaat perlindungan yang dimilikinya saat menjalani proses perawatan.

“Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan kesehatan kita. Ketika akhirnya saya membutuhkan perlindungan ini, saya benar-benar merasakan manfaatnya dan merasa sangat terbantu. Pengalaman tersebut membuat saya semakin yakin bahwa keputusan untuk mempertahankan perlindungan adalah keputusan yang tepat. Bagi saya, mempersiapkan perlindungan sejak awal bukan hanya tentang menghadapi kemungkinan terburuk, tetapi saya ingin tetap memiliki ketenangan untuk menjalani hidup, mendampingi keluarga,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana perlindungan kesehatan dapat berperan dalam menghadapi risiko yang muncul di luar perencanaan.

Bagi perusahaan asuransi, manfaat perlindungan tidak hanya berkaitan dengan produk yang dimiliki, tetapi juga kemampuan memberikan layanan dan pembayaran ketika nasabah membutuhkan.

Baca Juga: Midea Club Flash Installation Tournament 2026 Hadir di Denpasar, Kota Keenam Penyisihan Nasional

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, mengatakan kampanye baru perusahaan juga ingin menggambarkan makna perlindungan yang lebih luas bagi nasabah.

“Melalui kampanye ‘Janji, jadi nyata’, kami ingin menunjukkan bahwa di balik setiap keputusan untuk memiliki perlindungan, ada janji kepada diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai. Bagi Prudential, janji tersebut diwujudkan dengan terus memahami kebutuhan Nasabah, menghadirkan solusi perlindungan yang relevan, serta memberikan layanan dan pengalaman yang dapat memberikan rasa aman dan percaya diri ketika dibutuhkan. Karena pada akhirnya, yang kami lindungi bukan hanya kesehatan dan finansial, tetapi juga rencana dan masa depan yang ingin diwujudkan bersama keluarga,” ujar Karin.

Sementara itu, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengatakan perlindungan dalam prinsip syariah juga berkaitan dengan semangat saling membantu antar peserta.

“Bagi Prudential Syariah, perlindungan bukan hanya tentang menghadapi risiko, tetapi juga tentang ikhtiar untuk menjaga diri dan orang-orang yang kita cintai. Di balik setiap keputusan untuk memiliki perlindungan, terdapat amanah untuk menjaga keluarga dan mempersiapkan masa depan. Lebih dari itu, dalam prinsip syariah, setiap Peserta senantiasa memiliki semangat dan komitmen untuk tolong-menolong antar sesama (ta’awun), karena kontribusi yang diberikan melalui dana tabarru’ juga menjadi bentuk gotong royong untuk membantu Peserta lain yang sedang membutuhkan. Melalui ‘Janji, jadi nyata’, kami ingin menunjukkan bahwa komitmen tersebut diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dengan memberikan perlindungan dan manfaat ketika dibutuhkan,” ujar Vivin.

Baca Juga: PLN Tingkatkan Daya Listrik Hotel di KEK Sanur Hampir 60 Persen

Di sisi lain, Prudential plc meluncurkan kampanye regional bertajuk “Janji, jadi nyata” yang berlangsung di delapan pasar Asia, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Hong Kong, dan Taiwan.

Di Indonesia, kampanye tersebut dijalankan Prudential Indonesia dan Prudential Syariah dengan mengangkat kisah-kisah yang menggambarkan hubungan antara janji, keluarga, dan tindakan nyata dalam mempersiapkan masa depan.

Kampanye ini menceritakan kisah seorang anak yang ketika dewasa memahami berbagai tindakan ibunya sebagai bentuk cinta sekaligus upaya mempersiapkan masa depannya.

Ketika dewasa, ia kemudian ingin melakukan hal serupa dengan memberikan yang terbaik bagi ibunya di masa tua.

Kisah tersebut menjadi bagian dari kampanye yang disebarluaskan melalui situs dan media sosial Prudential Indonesia serta Prudential Syariah, termasuk melalui sejumlah kegiatan di berbagai kota di Indonesia.

Peluncuran “Janji, jadi nyata” pada akhirnya menempatkan pengalaman nasabah dan manfaat perlindungan sebagai bagian dari pesan kampanye, dengan menekankan bahwa sebuah janji tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui tindakan ketika perlindungan benar-benar dibutuhkan.(***)

Editor : Rika Riyanti
kesehatan prudential klaim indonesia