Kebakaran Hebat di Tejakula, 7 Ruko dan 1 Rumah Ludes Terbakar Malam Hari

Dian Suryantini • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 06:58 WIB
Pemadaman api saat kebakaran di Tejakula yang menghanguskan 7 ruko dan 1 rumah warga. (Ist)
Pemadaman api saat kebakaran di Tejakula yang menghanguskan 7 ruko dan 1 rumah warga. (Ist)

BALIEXPRESS.ID – Kobaran api melahap deretan bangunan usaha di Banjar Dinas Sila Darma, Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Selasa (1/9/2026) malam.

Dalam waktu singkat, api merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya hingga menghanguskan tujuh unit ruko dan satu rumah warga.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.00 WITA itu tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan.

Baca Juga: Dua Desa di Klungkung Kekurangan Calon Perbekel, Berpotensi Kotak Kosong

Sejumlah barang dagangan dan peralatan usaha, termasuk sekitar 100 tabung LPG ukuran 3 kilogram, ikut terbakar. Total kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan peristiwa tersebut, Rabu (2/9/2026).

Menurut Yohana, kebakaran pertama kali diketahui setelah warga mendengar teriakan anak-anak di jalan raya yang memberitahukan adanya api.

Baca Juga: Mayat Pria Ditemukan di Pantai Air Kuning Jembrana, Diduga WNA Polandia Terseret Arus

Warga kemudian mendatangi lokasi dan mendapati kobaran api sudah membesar di salah satu ruko milik Luh Sayang.

Warga bersama personel kepolisian yang berada di sekitar lokasi sempat berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Baca Juga: Warga Terdampak Kebakaran di Margaya Denpasar, Bakal Dipulangkan ke Daerah Asal

Selang digunakan untuk menyemprotkan air ke arah api. Namun, besarnya kobaran membuat upaya tersebut tidak mampu mencegah api menjalar ke bangunan lain.

“Kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu warga setempat mendengar anak-anak berteriak di jalan raya memberitahukan adanya kebakaran,” kata Yohana.

Untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar, pihak kepolisian kemudian menghubungi PLN agar aliran listrik di sekitar lokasi diputus sementara.

Pemadaman selanjutnya dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam.

Api baru berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 01.30 WITA. Proses pemadaman berlangsung cukup lama lantaran bangunan yang terbakar berdempetan sehingga api dengan cepat berpindah dari satu ruko ke ruko lainnya.

Tujuh ruko yang terbakar masing-masing berukuran sekitar 2,8 meter x 23 meter dengan konstruksi atap seng.

Sejumlah barang yang hangus di antaranya dua showcase, tiga rak barang, satu unit Pertamini, satu sepeda motor Shogun, mesin penggilingan daging, dua neraca dan lima kompor gas. "Sekitar 100 tabung LPG 3 kilogram juga turut terbakar," imbuhnya.

Dampak kebakaran meluas hingga rumah milik Made Widiadnyana. Sejumlah perabot rumah tangga seperti kasur, pakaian, sofa, lemari, springbed, kulkas, televisi dan bufet ikut terbakar.

Kepolisian mencatat enam pemilik bangunan terdampak. Made Murniati tercatat memiliki dua ruko, De Polih satu ruko, Luh Sayang dua ruko, Ketut Suwita satu ruko dan Ketut Carini satu ruko. Sementara Made Widiadnyana merupakan pemilik rumah yang ikut terdampak.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materiil yang ditimbulkan cukup besar dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Untuk memastikan sumber api, Tim Inafis Polres Buleleng melakukan olah TKP pada Rabu sekitar pukul 10.00 WITA. 

Pemeriksaan dilakukan bersama Kapolsek Tejakula AKP Gede Darma Diatmika dengan mengecek kondisi bangunan dan sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan sumber api.

Dari pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran dipicu arus pendek listrik atau korsleting. Kendati demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
tejakula kebakaran ruko buleleng