BALIEXPRESS.ID- PLTS Bangli rencananya akan dikelola oleh PLN. Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyambut baik rencana tersebut.
Ditemui Kamis (3/9/2026), Sedana Arta mengatakan selama ini Pemkab Bangli belum optimal mengelola PLTS yang berlokasi di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi.
Kondisi itu salah satunya karena pemerintah daerah terkendala SDM yang menangani pengelolaan PLTS, ditambah sejumlah perangkat yang mengalami kerusakan.
Baca Juga: Banggar DPRD Sepakati Target PAD Karangasem Naik Rp26 Miliar pada 2026
“Dengan diambil alih oleh PLN, saya kira semua akan lebih profesional karena PLN memang khusus soal listrik,” terang Sedana Arta.
Kendati demikian, rencana pengalihan pengelolaan PLTS kepada PLN masih dalam tahap pembahasan.
Sedana Arta meyakini Pemkab Bangli tetap akan mendapatkan manfaat dari pengelolaan PLTS tersebut.
Baca Juga: CCTV Pemkab Klungkung Banyak Tak Berfungsi, Dewan Desak Segera Dibenahi
“Mungkin sewa lahannya, karena lahan itu kan milik pemerintah daerah,” terang Sedana Arta.
Seperti diketahui, PLTS yang dibangun pemerintah pusat itu berdiri di lahan seluas 1 hektare.
Baca Juga: Fasilitas SDN 3 Antiga Kelod Karangasem Diduga Dirusak OTK, Polisi Periksa Guru dan 3 Alumni
Di sana terdapat 5.004 panel surya, namun hanya1.512 panel berfungsi dengan baik. Sisanya terkendala inverter.
Saat ini hanya 14 inverter yang masih berfungsi. Sisanya mengalami kerusakan akibat usia, sementara 12 inverter rusak setelah disambar petir pada April 2026. Listrik yang dihasilkan menjadi tidak optimal.
Dalam sebulan, pembangkit itu hanya bisa menghasilkan listrik kisaran 20 ribu hingga 25 ribu kWh.
Padahal jika semua perangkat kondisi baik dan didukung cuaca, pembangkit yang kini masih dikelola Perseroda Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Bangli bisa memproduksi hingga 100 ribu kWh. Produksi sebesar itu pernah dicapai pada 2019.
Direktur Perseroda BMB Anak Agung Wibawa Putra sebelumnya mengatakan bahwa belum bisa melakukan perbaikan maupun penggantian inverter yang rusak.
Menurutnya, inverter yang digunakan merupakan perangkat lama yang dipasang sejak 2013.
"Kita sudah upayakan mencari sparepart, dikarenakan barang tersebut sudah tidak produksi dan mengalami pembaharuan," jelasnya. "Kita akan proses buat kajian untuk revitalisasi PLTS Bangli," tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan