BALIEXPRESS.ID - Kunjungan wisata ke desa wisata di Kabupaten Badung tercatat mencapai 568.582 orang di periode Januari-Juli 2026.
Hanya saja dari 18 Desa Wisata hanya enam desa yang banyak dikunjungi wisatawan.
Hal ini pun menjadi tantangan dari Dinas Pariwisata Badung untuk melakukan pemerataan kunjungan wisata.
Baca Juga: Satpol PP Badung Pastikan Setengah Pemilik Bangunan di Subak Munggu Tak Miliki Izin
Berdasarkan data, Desa Wisata Munggu menjadi penyumbang kunjungan terbanyak dengan 145.526 kunjungan atau 25,6 persen.
Disusul Desa Wisata Sangeh dengan 144.665 kunjungan setara 25,4 persen.
Berikutnya Desa Wisata Mengwi sebanyak 87.303 kunjungan atau 15,4 persen, Bongkasa 65.315 kunjungan setara 11,5 persen, Carangsari 50.244 kunjungan sebesar 8,8 persen, dan Bongkasa Pertiwi 30.500 kunjungan yang setara 5,4 persen.
Baca Juga: Pasca Kebakaran Rumah Bedeng Di Denpasar, Warga Pendatang Tolak Dipulangkan
Kepala Dinas Pariwisata Badung, Anak Agung Putri Mas Agung mengatakan, tingginya konsentrasi kunjungan tersebut menjadi gambaran bahwa sejumlah desa wisata telah memiliki daya tarik yang kuat dan mampu menjadi magnet bagi wisatawan.
Meski demikian dominasi enam desa tersebut sekaligus menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah dalam pemerataan kunjungan.
Hal ini terlibat dari 18 desa wisata yang masuk dalam pelaporan pada Januari-Juli 2026, masih terdapat desa wisata yang mencatat kunjungan sangat rendah.
Baca Juga: Buang Sampah Berujung Celaka, Warga Bangli Terperosok ke Jurang 100 Meter
Bahkan empat desa wisata tercatat menerima kurang dari 1.000 kunjungan selama tujuh bulan.
"Data ini menunjukkan potensi desa wisata cukup besar, tetapi kunjungannya masih terkonsentrasi di desa-desa tertentu," ujar Putri Mas Agung.
Pihaknya menyebutkan, dari enam desa dengan kunjungan tertinggi, Munggu dan Sangeh menjadi dua desa dengan kontribusi paling besar.
Keduanya secara kumulatif mencatat 290.191 kunjungan, atau sekitar 51 persen dari seluruh kunjungan desa wisata Badung selama Januari-Juli 2026.
Sementara dari asal wisatawan, kunjungan didominasi wisatawan mancanegara.
Tercatat 310.636 wisman atau 54,6 persen, sedangkan wisatawan nusantara sebanyak 257.946 orang atau 45,4 persen.
"Wisatawan mancanegara tetap mendominasi. Tapi, tetap ada juga dari wisdom," ungkapnya.
Secara tahunan, Putri Mas Agung menjelaskan, pada tahun 2022 kunjungan desa wisata Badung sebelumnya mencapai 374.240 orang, melonjak menjadi 1.739.372 orang pada 2023.
Namun pada tahun 2024 ada penurunan menjadi 891.760 orang yang mengunjungi desa wisata.
Pada 2025, kunjungan kembali meningkat menjadi 959.772 orang.
"Data 2026 belum dapat dibandingkan langsung dengan tahun-tahun sebelumnya karena baru mencakup tujuh bulan. Selain itu, jumlah desa wisata yang melaporkan kunjungan bertambah dari 17 desa pada 2022-2024 menjadi 18 desa sejak 2025," jelasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga