BALIEXPRESS.ID – Keberadaan GOR Tembuku, Bangli, membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Sejumlah bagian gedung mengalami kerusakan. Akses menuju GOR juga belum memadai.
Camat Tembuku I Putu Sumardiana mengatakan, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan anggaran pemeliharaan kepada pemerintah daerah.
Baca Juga: Jenazah PMI Asal Jembrana Tiba dari Guyana, Isak Tangis Pecah di Rumah Duka
Keterbatasan kemampuan keuangan membuat usulan tersebut belum mendapat kabar baik.
Pihaknya kembali mengusulkan anggaran pemeliharaan pada 2027. Perbaikan untuk memperbaiki akses menuju GOR menjadi prioritas.
"Pasca sudah menjadi hak milik pemda, tiang sudah ajukan anggaran pemeliharaan, terutama sebenarnya adalah akses masuknya," ujar Sumardiana, Minggu (20/9/2026).
Baca Juga: Komplotan Anak di Bawah Umur Diduga Terlibat Pencurian di Warung Nusa Penida, Polisi Amankan Golok
Menurut Sumardiana, akses masuk menuju GOR saat ini belum memadai. Akses yang tersedia baru berupa tangga tanah, sehingga belum menjadi akses permanen.
Kondisi tersebut dikhawatirkan kembali ditumbuhi rumput saat musim hujan karena GOR tidak setiap hari digunakan.
Baca Juga: Biaya Operasi Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Korban Dibakar Bos di Karangasem Butuh Bantuan
"Akses tiang buat jalan tangga tanah, tapi tidak permanen namanya. Paling kalau hujan karena jarang digunakan tumbuh rumput lagi," jelasnya.
Selain akses, sejumlah bagian bangunan juga mengalami kerusakan. Pintu di sisi timur dan barat bagian bawah sudah bolong akibat saluran got di sekeliling gedung tersumbat ketika GOR lama tidak difungsikan.
Saat hujan, air meluber dan masuk melalui bagian pintu tersebut. "Jadi pintu barat dan timur bawah rusak," sebutnya.
Perbaikan juga diperlukan pada pintu utama, lantai GOR, serta lampu penerangan. Pemeliharaan sejumlah fasilitas tersebut dinilai penting agar GOR dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai kegiatan.
Pejabat asal Lingkungan Tegal, Kelurahan Bebalang, itu menambahkan, setelah persoalan aset klir, GOR Tembuku mulai beberapa kali dimanfaatkan.
Fasilitas tersebut di antaranya digunakan oleh sekolah dan sempat menjadi lokasi kejuaraan taekwondo. Untuk semakin menghidupkan aktivitas di GOR, Sumardiana juga telah mengusulkan bantuan net bulu tangkis kepada KONI Bangli, namun pemanfaatannya masih terbatas pada siang hari karena fasilitas lampu penerangan belum tersedia.
Seperti diketahui, GOR yang dibangun dengan anggaran pemerintah pusat tersebut rampung pada tahun 2010.
Setelah digunakan sebentar, muncul masalah karena lahan tempat GOR berdiri masih atas nama warga, sehingga menyebabkan GOR terbengkalai. Persoalan ini baru terselesaikan pada akhir 2023. (*)
Editor : I Made Mertawan