BALIEXPRESS.ID— Gubernur Bali Wayan Koster menyebut rencana pengalihan pembayaran gaji atau payroll Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke bank-bank yang tergabung dalam Himbara masih sebatas wacana.
Koster mengatakan belum ada kepastian mengenai realisasi kebijakan tersebut. Namun, Pemerintah Provinsi Bali bersama manajemen BPD Bali telah menyiapkan langkah antisipasi apabila payroll ASN nantinya benar-benar dialihkan.
"Baru wacana," ucap Koster saat diwawancara terkait kabar pengalihan payroll ASN dari daerah ke pusat, Senin (21/9).
Menurut Koster, pembahasan mengenai potensi kebijakan tersebut sudah masuk dalam agenda internal Pemprov Bali dan BPD Bali. Salah satunya melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Oh, kita sudah antisipasi, kita sudah RUPS mau membahas itu, ada diskusi," katanya.
Koster mengatakan salah satu skenario yang disiapkan adalah memperkuat struktur permodalan BPD Bali. Langkah tersebut dipandang perlu apabila sumber dana payroll ASN nantinya tidak lagi dikelola melalui bank daerah.
"Ya kalau itu ditarik, kita harus punya skenario lain untuk meningkatkan permodalannya," imbuhnya.
Ia menegaskan BPD Bali pada prinsipnya siap menghadapi kemungkinan perubahan kebijakan tersebut. Kendati demikian, Koster memperkirakan pengalihan payroll dapat memberikan dampak terhadap kinerja bank dalam masa awal penerapan.
"Ya siap, mungkin 1 tahun agak terganggu sedikit ya," tutupnya.(ika)
Editor : Wiwin Meliana