Viral Warga Jimbaran Siaga Usai Dugaan Ancaman Penyerangan, Polisi Pastikan Tak Ada Keributan

I Gede Paramasutha • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 08:08 WIB

 

Tangkapan layar warga Jimbaran berkumpul mengantisipasi potensi keributan menyusul dugaan ancaman penyerangan terhadap salah satu warga.
Tangkapan layar warga Jimbaran berkumpul mengantisipasi potensi keributan menyusul dugaan ancaman penyerangan terhadap salah satu warga.

 

BALIEXPRESS.ID– Video sejumlah warga berkumpul di Jalan Karang Mas dan Jalan Kampus Unud, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, viral di media sosial dengan narasi “Mendapat Ancaman Penyerangan, Warga Jimbaran Siaga” pada Selasa (22/9) sekitar pukul 21.45 WITA. Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

 

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, hasil pengecekan polisi menunjukkan bahwa tidak terjadi keributan di kedua lokasi tersebut. Warga Jimbaran yang terlihat berkumpul disebut hanya melakukan antisipasi setelah adanya informasi mengenai ancaman yang berpotensi menimbulkan keributan.

 

“Di TKP Jalan Karang Mas Jimbaran dan selanjutnya di Jalan Kampus Unud Jimbaran tidak adanya keributan, hanya adanya warga Jimbaran yang berkumpul untuk mengantisipasi adanya keributan,” terang Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

 

Informasi tersebut bermula dari persoalan pribadi antara seorang warga berinisial IGKA, 23, dengan seorang pria berinisial IKAP, 19. IGKA yang tinggal di kawasan Jimbaran tersebut kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta Selatan.

 

Berdasarkan keterangan pelapor, persoalan tersebut berawal sekitar tiga minggu sebelumnya ketika dirinya sempat menghubungi mantan pacarnya. Kemudian pada Selasa (22/9) sekitar pukul 11.37 WITA, saat sedang berada di hotel kawasan Jimbaran tempatnya bekerja, IGKA menerima pesan melalui akun WhatsApp dengan username Boyka.

 

Dalam percakapan tersebut, pengirim pesan mengaku sebagai pacar dari perempuan yang sebelumnya dihubungi IGKA. Pengirim kemudian mengajak IGKA bertemu.

 

Merasa tidak enak karena sebelumnya menghubungi perempuan tersebut, IGKA sempat menyampaikan permintaan maaf. Namun, menurut keterangan pelapor, permintaan maaf tersebut tidak membuat persoalan selesai. Pihak yang mengajaknya bertemu tetap meminta untuk bertemu secara langsung.

 

Karena merasa khawatir dengan keselamatan dirinya, IGKA akhirnya bersedia menemui orang tersebut sesuai lokasi yang dibagikan, yakni di kawasan Jalan Kampus Unud Jimbaran. Akan tetapi, ketika pelapor tiba di lokasi, orang yang dimaksud tidak berada di tempat.

 

Persoalan kemudian berlanjut setelah pelapor mengaku mendapat ancaman bahwa dirinya akan dicari hingga ke rumah. Kondisi tersebut membuat IGKA memilih melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

 

Sementara itu, informasi mengenai adanya ancaman penyerangan kemudian menyebar dan memicu warga sekitar berkumpul di sejumlah titik. Polisi yang melakukan pengecekan memastikan tidak ada bentrokan maupun keributan sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

 

Saat ini, perkara tersebut telah ditangani oleh Polsek Kuta Selatan. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut untuk mendalami persoalan yang sebenarnya. “Peristiwa tersebut telah ditangani Polsek Kuta Selatan dan dalam proses pemeriksaan,” pungkasnya. (ges)

Editor : Wiwin Meliana
ancaman jimbaran Polisi