Kendaraan Listrik Bali Capai 17.725 Unit, PLN Buka Peluang Investasi SPKLU

Rika Riyanti • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 10:41 WIB
INVESTASI: General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim dalam peresmian SPKLU Signature Krisna Nusantara Group di Denpasar belum lama ini
INVESTASI: General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim dalam peresmian SPKLU Signature Krisna Nusantara Group di Denpasar belum lama ini

 

BALIEXPRESS.ID - Jumlah kendaraan listrik yang beroperasi di Bali terus bertambah.

Hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 17.725 unit kendaraan listrik telah digunakan di Pulau Dewata, dengan komposisi sekitar 5.000 mobil dan 12.000 sepeda motor.

General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Berdasarkan catatan PLN, jumlah kendaraan listrik di Bali sebelumnya berada di kisaran 14.000 unit pada Maret 2026 dan meningkat menjadi sekitar 15.000 unit pada Juli 2026.

Baca Juga: PAD Buleleng Baru 63,33 Persen, Parkir Jadi Salah Satu Sektor yang Digenjot

“Kalau kita lihat perkembangan mobil listrik sangat luar biasa. Saya datang di bulan Maret, kalau dilihat data ada 14.000. Saya datang di bulan Juli ada 15.000. Sekarang per data bulan Oktober sudah tercatat 17.725 motor dan mobil,” kata Ajrun dalam peresmian SPKLU Signature Krisna Nusantara Group di Denpasar belum lama ini.

Menurut Ajrun, peningkatan jumlah kendaraan listrik harus dibarengi dengan penguatan fasilitas pengisian daya.

Saat ini, Bali telah memiliki sekitar 304 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 115 lokasi.

Fasilitas tersebut tidak hanya dibangun PLN. Pengembangan SPKLU juga mulai melibatkan sektor swasta.

PLN pun membuka peluang bagi investor untuk mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi pasar.

“PLN memberikan kesempatan kepada semua pihak, khususnya swasta, untuk berinvestasi di SPKLU,” ujarnya.

Ajrun mengatakan PLN akan memberikan kesempatan kepada pihak swasta untuk membangun SPKLU di lokasi yang memiliki kebutuhan tinggi.

Di sisi lain, PLN akan mengambil peran pada wilayah yang belum menjadi sasaran investasi swasta.

Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan infrastruktur pengisian daya seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan listrik.

Baca Juga: 239 Pebulu Tangkis Bali Adu Kemampuan di Kejurprov 2026 di Buleleng

Dengan semakin banyaknya SPKLU, kekhawatiran pengguna terkait lokasi pengisian daya di Bali juga dinilai semakin berkurang.

“Sudah bukan menjadi isu nanti ngecasnya di mana, karena sudah sangat gampang,” kata Ajrun.

Pengembangan kendaraan listrik juga berkaitan dengan upaya Bali membangun pariwisata yang lebih ramah lingkungan.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu bagian dari upaya mendorong transportasi berkelanjutan dan kawasan rendah emisi.

Baca Juga: AMOR ING ACINTYA!!! Pencari Rumput Hilang di Hutan Sumberkima Ditemukan Meninggal, Diduga Terpeleset

Pemkot Denpasar, kata dia, telah memiliki sejumlah kebijakan yang mendukung penggunaan kendaraan listrik.

Salah satunya melalui Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 40 Tahun 2023 tentang penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Selain itu, Pemkot Denpasar juga mendorong penerapan kawasan rendah emisi melalui Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 39 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan di kawasan rendah emisi Sanur.

“Bali kita akan jadikan daerah pariwisata yang berkualitas. Berkualitas itu artinya tidak hanya dari destinasinya yang cantik, indah, bagus, tetapi juga dari sisi kawasan yang rendah emisi,” ujar Arya.

Menurut Arya, pengembangan transportasi berkelanjutan membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

Karena itu, pemerintah, PLN, dan sektor usaha dinilai perlu terus memperkuat kolaborasi agar peralihan menuju transportasi rendah emisi dapat berjalan.

Baca Juga: AMOR ING ACINTYA!!! Pencari Rumput Hilang di Hutan Sumberkima Ditemukan Meninggal, Diduga Terpeleset

Sementara itu, Founder PT Energi Anugerah Divina Cyrillus Harinowo menilai Bali memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik.

Pertumbuhan mobilitas masyarakat serta aktivitas pariwisata menjadi salah satu faktor yang mendukung kebutuhan terhadap kendaraan listrik dan fasilitas pengisian daya.

“Dengan semakin luasnya jaringan SPKLU, kami berharap pengguna kendaraan listrik semakin percaya diri untuk melakukan perjalanan baik di dalam kota maupun antarkota,” ujarnya.

PLN mendorong keterlibatan investor swasta sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Bali.

Baca Juga: Bayi 3 Kg Ditemukan Terbungkus Handuk di Banyuwangi, Polisi Tangkap Pasutri Muda

Penambahan SPKLU di berbagai wilayah diharapkan dapat mengikuti pertumbuhan jumlah kendaraan listrik sekaligus mendukung pengembangan mobilitas ramah lingkungan dan pariwisata hijau di Bali.(***)

Editor : Rika Riyanti
bali investasi kendaraan listrik spklu