BALIEXPRESS.ID - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung mencatat antusiasme masyarakat dalam mengikuti program Bimbingan Belajar (Bimbel) Bahasa Inggris gratis sangat tinggi.
Berdasarkan data siswa yang ada di Gelombang 1-7, ada 28.179 orang peserta yang terdaftar.
Sedangkan untuk Gelombang 8 yang saat ini masih dalam proses pendaftaran telah mencatatkan 1.986 peserta.
Baca Juga: Water Taxi Kurangi Kemacetan, Parwata Minta Dikaji Matang
Sekretaris Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja mengatakan, program Bimbel Bahasa Inggris Gratis ini dirancang secara inklusif dengan menyasar seluruh wilayah di Kabupaten Badung.
Dalam pelaksanananya di setiap banjar akan dibagi dengan tiga jenjang.
"Per banjar ada tiga jenjang, yakni Kindergarden, elementary dan Junior High School. Maksimal per kelasnya adalah 25 orang," ujar Rai, Kamis (8/10).
Baca Juga: Perkuat Jiwa Kepemimpinan, Paskibraka Badung Kunjungi IPDN dan BPIP RI
Pihaknya menyebutkan, pembagian jumlah siswa dalam saru kelas pelajaran gini dilakukan untuk menjaga efektivitas serta kualitas interaksi belajar mengajar.
Berdasarkan data rekapitulasi Disdikpora Badung hingga Oktober 2026, rincian akumulasi peserta mencakup 9.261 tingkat Beginner, 9.908 tingkat Elementary, serta 9.010 tingkat Intermediate.
“Pada Gelombang 1, kegiatan pembelajaran awalnya hanya berjalan untuk dua kelas. Setelah dilakukan evaluasi menyeluruh, Disdikpora Badung secara konsisten membuka tiga kelas pembelajaran mulai dari Gelombang 2 hingga Gelombang 7,” ungkapnya.
Baca Juga: PSI soal Polemik Ijazah Gibran: Tak Ada Dasar Langgar Konstitusi
Rai menerangkan, Program Bimbel Gratis berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa dan menjadi strategi jangka panjang dalam membentuk generasi unggul.
Penguasaan Bahasa Inggris dinilai sangat penting sebagai kunci utama untuk membuka peluang global sekaligus menghilangkan batasan komunikasi antarbangsa.
Melalui program ini, dirinya berharap, ke depan anak-anak di Kabupaten Badung dapat memiliki daya saing yang jauh lebih kuat di tingkat internasional.
"Bahasa Inggris diposisikan sebagai bahasa jendela dunia yang mampu membuka akses luas terhadap ilmu pengetahuan dan peluang kerja di masa depan," paparnya. (*)