
BALIEXPRESS.ID - Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Badung, I Putu Parwata menanggapi rencana pembangunan water taxi dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Tibubeneng.
Transportasi laut ini dinilai berpotensi memberikan manfaat bagi konektivitas dan mengurangi beban kemacetan jalan.
Hanya saja pembangunan infrastruktur dermaga diminta dilakukan kajian yang matang.
Baca Juga: Perkuat Jiwa Kepemimpinan, Paskibraka Badung Kunjungi IPDN dan BPIP RI
Parwata mengatakan, water taxi dapat menjadi alternatif perjalanan yang lebih cepat sekaligus membantu mengurangi tekanan lalu lintas darat.
Namun manfaat tersebut harus dibandingkan dengan potensi perubahan terhadap kondisi pantai, ombak surfing, aktivitas nelayan, kawasan suci hingga lingkungan pesisir.
"Water taxi berpotensi memberi manfaat bagi Badung dengan menyediakan pilihan perjalanan laut yang lebih cepat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke kawasan Canggu. Namun manfaat tersebut belum cukup untuk membenarkan pembangunan dermaga atau struktur laut yang dapat mengubah arus, sedimen, ombak surfing, akses nelayan, kawasan suci, dan wajah pantai," ujar Parwata Kamis (8/10).
Waktu tempuh perjalanan darat yang diperkirakan mencapai 1–2 jam dibandingkan proyeksi perjalanan laut sekitar 30 menit menjadi salah satu alasan munculnya gagasan tersebut.
Namun politisi asal Dalung ini menilai, angka tersebut masih berupa proyeksi.
Perhitungan yang ideal harus melihat waktu perjalanan secara menyeluruh, mulai dari terminal, antrean, akses menuju dermaga, kondisi cuaca hingga jadwal operasional.
Dirinya juga menyoroti, desain infrastruktur dengan konsep yang dapat menjorok cukup jauh ke laut.



