Peringati Tumpek Wayang, Bupati Adi Arnawa Optimis Pemilahan Sampah Capai 100 Persen

Putu Resa Kertawedangga • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 17:03 WIB
Bupati Adi Arnawa bersama Ketua PSBS Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat acara Sosialisasi PSBS di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (9/10). (PROKOMPIM SETDA BADUNG)
Bupati Adi Arnawa bersama Ketua PSBS Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat acara Sosialisasi PSBS di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (9/10). (PROKOMPIM SETDA BADUNG)

BALIEXPRESS.ID - Langkah strategis diambil Pemkab Badung dengan menggelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) bertajuk, Akselerasi Badung Menuju Mandiri Badung, di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Jumat (9/10).

Acara yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung ini dirangkaikan dengan peringatan Rahina Tumpek Wayang sebagai momentum penguatan kesadaran ekologis.

Aksi ini bertujuan menggencarkan sosialisasi, pendampingan, serta gerakan nyata pemilahan sampah di tingkat desa, kelurahan, hingga desa adat.

Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Badung September 2026 Menurun, Masih Didominasi Australia

Pemkab Badung mempertegas komitmen agar seluruh rumah tangga di wilayah setempat mampu mencapai target 100 persen pemilahan sampah pada Desember 2026.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya sosialisasi ini.

Ia optimis target besar tersebut dapat terealisasi di akhir tahun dengan mengoptimalkan fungsi TPS3R dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten Badung.

Baca Juga: Wacana Siswa Tidak Naik Kelas, Disdikpora Badung Tunggu Aturan Pusat

“Saya berharap melalui sosialisasi ini, semakin banyak masyarakat memahami PSBS. Penerapan pemilahan harus dimulai dari rumah tangga masing-masing. Anak-anak sekolah yang hadir pun secara teori sudah banyak paham dan bahkan sudah melaksanakan. Momentum ini akan mendongkrak persentase partisipasi krama agar target 100 persen pemilahan sampah rumah tangga di tahun 2026 bisa tercapai,” ujarnya.

Bupati Adi Arnawa  juga memuji langkah DLHK yang melibatkan siswa-siswi SD guna membangun budaya bersih sejak dini sebagai generasi penerus bangsa.

Selain itu, ia meminta desa adat, kelurahan, dan perbekel memperkuat regulasi lokal tentang PSBS di wilayahnya masing-masing.

Baca Juga: Konsumen asal Bali Bawa Pulang Honda Vario Street 125 Special Rp5,6 Juta

Sementara itu, Ketua TP. PKK sekaligus Ketua PSBS Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menekankan pentingnya pemahaman jenis sampah di tingkat rumah tangga karena perbedaan jenis menentukan metode pengelolaannya.

Ia mengajak krama menyukseskan Gerakan Sadar Sampah Dari Rumah melalui aksi cegah sampah, memilah (organik, daur ulang, residu), menghabiskan makanan, serta mengomposkan sisa makanan.

“Saya mengajak masyarakat menggalakkan Gerakan Sadar Sampah melalui tiga pilar utama. Pertama, pembatasan dengan menyetop plastik sekali pakai dan selalu membawa tumbler serta wadah belanja ramah lingkungan. Kedua, habiskan makanan untuk mencegah timbulan food waste. Ketiga, pilah dari sumber agar tidak mencampur sampah demi mencegah beban berlebih di TPA,” ucapnya.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh Forkopimda Badung, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara Ni Nyoman Santi, Sekda Badung IB Surya Suamba, Kepala OPD, Majelis Desa Adat (MDA), para Camat, Perbekel, Lurah, Bendesa Adat, pengelola TPS3R, pengurus bank sampah, serta Kepala Sekolah se-Kabupaten Badung. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
PSBS Tumpek wayang DLHK badung sampah