Bali Dilirik Bisnis Kuliner Asing, Restoran Seoul Bawa Teknik Aging Samgyeopsal hingga 144 Jam

Rika Riyanti • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 18:13 WIB
EKSPANSI: Restoran asal Seoul, Korea Selatan, Bbasam, membuka gerai internasional pertamanya di Kerobokan, Bali, pada Oktober 2026.
EKSPANSI: Restoran asal Seoul, Korea Selatan, Bbasam, membuka gerai internasional pertamanya di Kerobokan, Bali, pada Oktober 2026.

 

BALIEXPRESS.ID – Bali menjadi salah satu tujuan ekspansi bisnis kuliner dari luar negeri. Daya tariknya sebagai destinasi wisata internasional dengan pasar yang mempertemukan wisatawan dari berbagai negara menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan bisnis.

Terbaru, restoran asal Seoul, Korea Selatan, Bbasam, membuka gerai internasional pertamanya di Kerobokan, Bali, pada Oktober 2026.

Ekspansi tersebut menandai langkah pertama Bbasam membuka restoran di luar Korea Selatan.

Restoran yang memperkenalkan konsep butter-aged pork belly pada 2023 itu memilih Bali sebagai pasar internasional pertamanya.

Baca Juga: BRI Peduli Bangun Jembatan Gantung di Cianjur, Permudah Akses Sekolah dan Aktivitas Ekonomi Warga

Operasionalnya dikelola Kawano Group, perusahaan makanan dan minuman (F&B) yang juga menaungi sejumlah restoran, seperti The Grill, Honzen, dan Tonton Kumamoto Ramen Bar.

Marketing Manager Kawano Group, Deri, mengatakan Bali dipilih karena menjadi tempat bertemunya pengunjung dari berbagai negara.

“Bali adalah tempat di mana orang-orang dari seluruh dunia datang untuk makan. Kami ingin menghadirkan pengalaman Korean dining yang unik dan tetap diingat bahkan setelah mereka kembali ke negara asal,” ujar Deri.

Selain menyasar pasar kuliner internasional di Bali, Bbasam membawa konsep Korean BBQ dengan teknik pengolahan daging yang menjadi ciri khasnya.

Restoran ini menggunakan teknik aging selama 144 jam untuk mengolah samgyeopsal atau daging perut babi sebelum dipanggang dan disajikan kepada pelanggan.

Proses pengolahan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, daging menjalani dry-aging selama 72 jam untuk mengurangi kadar air dan memperkaya cita rasa.

Selanjutnya, daging dilapisi mentega dan kembali menjalani proses aging selama 72 jam. Lapisan mentega tersebut berfungsi melindungi daging dari paparan udara selama proses pematangan.

Teknik tersebut ditujukan untuk menghasilkan tekstur renyah pada bagian luar, tetapi tetap juicy di bagian tengah, dengan karakter rasa yang lebih kaya.

Owner Chef Bbasam, Gyeo-wool Kim, mengatakan penggunaan mentega dalam proses pematangan tidak membuat daging terasa terlalu berminyak.

Baca Juga: Manfaatkan ATR/BPN Dekat untuk Cari Informasi Layanan Pertanahan, Masyarakat: Lebih Hemat Waktu

“Banyak orang mendengar kata ‘butter’ dan ‘pork belly’, lalu membayangkan sesuatu yang berat. Namun, gigitan pertama justru memberikan kejutan. Proses aging dengan butter tidak membuat daging menjadi berminyak, melainkan memberikan kedalaman rasa dan karakter toasty yang lebih kaya, sementara akhirnya tetap terasa clean. Kontras inilah yang menjadi inti dari Bbasam,” ujar Gyeo-wool Kim.

Selain samgyeopsal dengan teknik butter-aging, Bbasam menyediakan berbagai pilihan potongan daging, Korean stew, serta hidangan penutup.

Daging dipanggang langsung oleh staf di meja pelanggan agar dapat dinikmati pada waktu yang dinilai tepat untuk mendapatkan tekstur dan cita rasa terbaik.

Restoran yang berlokasi di Kerobokan, kawasan antara Seminyak dan Canggu, tersebut memiliki kapasitas sekitar 80 orang yang terbagi dalam dua lantai.

Baca Juga: Dari Parkir Menjadi Ruang Bersama, Reka Ruang Taktis Hidupkan Pantai Segara Ayu, Sanur

Area lantai atas dilengkapi pilihan tempat duduk dekat jendela untuk pengunjung yang datang bersama teman maupun keluarga.

Kehadiran Bbasam di Bali menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas pasar ke luar Korea Selatan.

Restoran ini mulai beroperasi pada Oktober 2026 dengan membawa konsep Korean BBQ yang mengandalkan teknik pematangan daging sebagai pembeda.(***)

Editor : Rika Riyanti
korea bali ekspansi kuliner