BALIEXPRESS.ID – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi beberapa hari terakhir.
Ia berjanji kejadian serupa tidak akan terulang dan Pertamina berkomitmen memperbaiki kualitas pelayanan energi ke depan.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Simon saat mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam peninjauan penanganan distribusi BBM di Depo Pertamina Sanggaran, Senin (19/10).
“Atas nama Pertamina Group sebagai Direktur Utama dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan kami berjanji dan berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari,” ujar Simon.
Baca Juga: Koster Perpanjang Ganjil Genap BBM di Bali hingga 23 Oktober
Ia mengatakan, Pertamina telah melakukan evaluasi terhadap gangguan yang terjadi dan akan terus mengupayakan perbaikan agar penyaluran energi kepada masyarakat berjalan lebih baik.
Menurut Simon, kelancaran distribusi energi memiliki peran penting bagi perekonomian Bali, terutama sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, Pertamina berkomitmen memastikan kebutuhan energi masyarakat di seluruh wilayah dapat terlayani.
“Pertamina tentunya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan penyaluran dan distribusi energi dan memastikan agar seluruh wilayah dapat dilayani dengan baik,” katanya.
Simon juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bali atas dukungan dan kesabaran selama menghadapi gangguan pasokan BBM.
Ia menegaskan, Pertamina akan terus berupaya meningkatkan pelayanan, baik di Bali maupun di wilayah Indonesia lainnya.
“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, terima kasih atas support, atas pengertian, atas kesabaran dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat Bali kepada Pertamina,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kondisi pelayanan BBM di Bali mulai kembali normal.
Baca Juga: Tinjau Langsung, Bahlil Tambah Armada 7 Kapal BBM ke Bali
Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Bali, serta jajaran terkait, seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) telah beroperasi normal.
“Saya juga mendapat laporan dari Pak Gubernur, Pak Kapolda dan teman-teman GM di sini bahwa semua SPBU sudah berjalan normal ya Pak Gubernur ya. Dari Pak Kapolda juga menyampaikan demikian,” kata Bahlil.
Meski demikian, pemerintah akan terus menjaga kelancaran pasokan agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
Bahlil menyebutkan, cadangan BBM di Bali saat ini berada pada kisaran 11 hingga 12 hari dan akan ditingkatkan menjadi 15 hari.
Baca Juga: Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan mental, Mamaka Hotels & Resorts Kembali Gelar Mamaka Fun Run Vol.3
“Jadi, insyaallah ini kita akan jaga ritme-nya terus. Sekarang cadangan di Bali 11 hari, 12 hari saya mau tingkatkan menjadi 15 hari,” ujarnya.
Untuk mendukung peningkatan stok tersebut, pemerintah juga meminta Pertamina menambah armada kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali.
Dari sebelumnya tiga kapal, jumlah kapal yang melayani distribusi kini ditingkatkan menjadi tujuh kapal.
“Jadi, kapal saya tambah tujuh untuk mensuplai dari sejak hari Kamis saya sudah meminta kepada Pak Dirut Pertamina untuk menambah transportasi dari Jawa ke Bali,” tegas Bahlil.
Penambahan armada tersebut diharapkan mempercepat distribusi BBM sekaligus menjaga ketersediaan stok di Bali.
Pemerintah bersama Pertamina juga akan terus memantau perkembangan pasokan dan pelayanan di SPBU agar aktivitas masyarakat serta sektor ekonomi, khususnya pariwisata, dapat berjalan lancar.(***)
Editor : Rika Riyanti