Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Gelar Rejang Ayunan, Sejumlah Pemuda Alami Hal-hal Aneh

I Putu Suyatra • Rabu, 12 Juli 2017 | 02:27 WIB
Photo
Photo

 


BALI EXPRESS, TABANAN - Menari Rejang Ayunan setiap tahun tentu sudah menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan para pemuda dan pemudi di Desa Pekraman Bantiran. Disamping melestarikan tradisi turun temurun agar tidak punah, ngaturan ayah menarikan Rejang tentu merupakan wujud bhakti terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa, terlebih Rejang Ayunan merupakan tarian sakral.


Namun Jero Mangku Sutarjana mengatakan, beberapa tahun lalu pemuda di Desa Pekraman Bantiran sempat tidak ngayah Ngerejang, karena sesuatu dan lain hal. Namun sejumlah pemuda malah mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan dan lainnya.


Sesuai dengan namanya, para penari Rejang akan berayun di bawah Pohon Beringin besar yang ada di Pura Puseh lan Bale Agung, Desa Pekraman Bantiran, Desa Bantiran, Pupuan, Tabanan. Jero Mangku Pura Puseh lan Bale Agung Desa Pekraman Bantiran, I Ketut Sutarsana menuturkan bahwa Tari Rejang Ayunan tersebut diperkirakan sudah ada sebelum 1025 Masehi. Namun tidak ada warga yang tahu pasti mengenai asal usul keberadaan tradisi yang kini tetap dilaksanakan turun temurun tersebut. “Mengenai sejarah secara pastinya memang tidak ada yang tahu, hanya cerita turun temurun saja yang memprediksi jika Rejang Ayunan ini sudah ada sebelum tahun 1025 Masehi,” ungkapnya.


Tari Rejang Ayunan hanya akan ditarikan ketika Pujawali Ageng di Pura Puseh lan Bale Agung Desa Pekraman Bantiran atau satu tahun sekali tepatnya setiap Purnama Kalima, terkecuali Desa Pekraman mengalami cuntaka dan ada pembangunan yang sedang berlangsung.


Rejang Ayunan atau yang biasa disebut Renteng oleh warga setempat ditarikan oleh para pemuda dan pemudi di Desa Pekraman Bantiran, yang tergabung dalam Sekaa Teruna Teruni (STT) setempat, ada Renteng Lanang (laki-laki) dan Renteng Istri (perempuan). “Jadi STT yang mengkoordinir ketika nanti menjelang Pujawali Ageng mereka akan ngaturang ayah. Jadi warga yang saat ini sudah tua, dulu waktu muda pasti pernah menarikan Rejang Ayunan,” imbuhnya.

Editor : I Putu Suyatra
#bangli #bali united #tabanan