Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Banten Gebogan: Makna Mendalam dan Komposisi Panca Rengga dalam Tradisi Hindu Bali

I Putu Suyatra • Minggu, 16 Juli 2017 | 17:42 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, DENPASAR - Meski berbentuk mengerucut, banten Gebogan ini tidak perlu dibuat besar. Gebogan adalah salah satu sarana upakara uumat Hindu di Bali.

Menurut Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti,inti dari banten Gebogan bagi umat Hindu di Bali adalah Panca Rengga, yakni lima macam buah-buahan yang berasal dari lima jenis kelahiran.

Untuk diketahui, umat Hindu di Bali sendiri mengenal lima jenis buah berdasarkan kelahiran yang disebut Panca Rengga, yakni buah yang berasal dari bunga hingga yang berasal dari akar tanaman.

Kelima macam kelahiran buah-buahan ini wajib digunakan dalam sebuah Gebogan, sehingga bisa memiliki nilai spiritual yang tinggi.

“Selain itu, dalam Gebogan ini, juga wajib menggunakan penganan, yang dalam tradisi umat Hindu di Bali biasanya menggunakan jajan Begina dan jajan Uli yang terbuat dari ketan,” lanjutnya.

Untuk menjadi sebuah persembahan, Gebogan ini berisikan canang atau sampian yang umumnya disebut dengan Sampian Gebogan.

“Unsur Sampian Gebogan inilah merupakasn wujud persembahan dan bhakti kehadapan Tuhan sebagai  sang pencipta alam semesta,” terangnya.

Selain itu, Gebogan juga berisikan hiasan berupa bunga yang ditusukan pada bagian atas.

“Bunga ini, selain sebagai salah satu bentuk persembahan, juga sebagai bentuk keindahan dari alam semesta itu sendiri. Selain sebagai bentuk persembahan, Gebogan juga mengandung unsur keindahan dalam sebuah persembahan,” ungkapnya. 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Banten #hindu #gebogan #PANCA RENGGA #tradisi