Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Upakara yang Tepat dalam Pasupati, Energi Lebih Besar

I Putu Suyatra • Minggu, 16 Juli 2017 | 19:16 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pasupati sebagai proses pemberian kekuatan atau jiwa kepada benda mati adalah hal yang sakral. Oleh karena itu, sesuai tiga kerangka agama Hindu, yakni Tattwa, Susila, dan Acara, keberadaan ritual menjadi salah satu komponen penting.


Namun, sarana ritual atau upakara tersebut bisa disederhanakan, bahkan ditiadakan, tergantung kemampuan orang yang melakukan proses pasupati.


Pinisepuh Siwa Murthi Bali, Jro Mangku Subagia mengatakan, ada atau tidaknya sarana ritual tersebut tergantung jñana (pengetahuan) seseorang. “Penggunaan sarana tergantung jñana  seseorang. Makin tinggi, tentunya makin sedikit sarananya. Bahkan kalau sudah tinggi, tidak perlu menggunakan sarana,” ujarnya.


Meskipun demikian, Jro Mangku mengatakan, karena saat ini jarang ditemui orang yang memiliki jñana  yang mumpuni, keberadaan sarana ritual atau upakara tidak bisa dihindari. Yang bisa dilakukan adalah penyederhanaan. Selain itu, yang terpenting, lanjut Jro Mangku, adalah pemahaman umat terhadap makna upakara tersebut sehingga menambah mantap keyakinan.


Adapun upakara pokok yang biasa digunakan adalah pejati. Bagi umat yang sudah memiliki jñana  yang tinggi dan keyakinan yang mantap, Jro Mangku tidak menampik ada sarana yang lebih sederhana, yakni cukup dengan bunga merah, dupa, dan air. “Karena sesuai Bhagawadgita kan dijelaskan bahwa konsep sederhana persembahan cukup dengan pattram (daun), puspam (bunga), phalam (buah), dan toyam (air),” ujarnya.


Namun , semua itu  dikembalikan kepada umat. Di samping itu, dilihat pula kegunaan benda yang di Pasupati . Jika seperti palawatan yang akan di-sungsung oleh banyak orang atau masyarakat, tentunya memerlukan energi yang lebih besar. Dari upakara yang tepatlah, energi anugrah Tuhan tersebut dapat tersalur dengan baik. “Kalau semisalnya untuk Pasupati  dupa saja, tentunya cukup dengan mantra saja, di samping juga prosesi bahan dan basic pembuatnya yang tidak kalah penting,” pungkasnya.


Adapun mantra sederhana pasupati adalah “Om pasupati ya namah” sembari memegang benda yang dipasupati dengan keyakinan yang mantap. Diakuinya, secara lebih lengkap, ada berbagai versi mantra pasupati .

Editor : I Putu Suyatra
#tradisi bali #hindu